Ergonomis: Kunci untuk Mengurangi Keluhan Leher dan Bahu di Era Digital melaluiMedia Video di SMK Pancasila 4 Baturetno
DOI:
https://doi.org/10.20961/jaht.v5i1.2600Keywords:
ergonomi; keluhan leher dan bahu; siswa; video edukasiAbstract
Banyak institusi pendidikan yang belum sepenuhnya memperhatikan aspek ergonomi. Hal ini dapat memicu keluhan nyeri pada bagian tubuh tertentu, rasa bosan, dan kelelahan pada siswa, serta menyebabkan gangguan musculoskeletal disorder (MSDs). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan posisi ergonomis terhadap keluhan leher dan bahu pada siswa Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) di SMK Pancasila 4 Baturetno. Jenis penelitian ini adalah eksperimen kuasi dengan kontrol dan pre-post test. Total sampling didapatkan 83 siswa yang mendapatkan pembelajaran komputer sebagai subjek penelitian, dibagi menjadi 41 siswa kelompok perlakuan dan 42 siswa kelompok kontrol. Kelompok perlakuan mendapat intervensi berupa pemberian video edukasi ergonomi satu kali setiap minggu selama satu bulan secara berturut-turut. Keluhan nyeri diukur menggunakan kuesioner yang sudah divalidasi dan diuji reliabilitasnya. Uji statistik yang digunakan adalah uji t. Hasil uji normalitas Shapiro-Wilk pada data pretest menunjukkan bahwa kedua kelompok terdistribusi normal (Kelompok Kontrol: p=0,123; Kelompok Perlakuan: p=0,148). Hasil uji T-test sampel berpasangan pada kelompok Perlakuan menunjukkan perubahan signifikan pada keluhan leher dan bahu (p<0,001), sementara kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan signifikan (p=0,380). Uji Mann-Whitney menunjukkan perbedaan signifikan antara post-test kelompok Kontrol dan post-test kelompok Perlakuan (p<0,001). Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa penerapan posisi ergonomis melalui media video berpengaruh signifikan dalam mengurangi keluhan leher dan bahu pada siswa yang sering berinteraksi dengan komputer. Hasil penelitian ini hanya mengukur perubahan pada variabel keluhan muskuloskeletal pada area leher dan bahu melalui kuesioner yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Oleh karena itu, disarankan pada penelitian selanjutnya untuk mengintegrasikan pengukuran postur kerja yang objektif guna mengkaji hubungan antara edukasi ergonomi, perubahan postur, dan penurunan keluhan muskuloskeletal pada area leher dan bahu.
References
[1]. Yudiantyo W, Novi N, Sarvia E, Halim W, Christina C. Peningkatan kesadaran penerapan ergonomi dalam keseharian siswa SMK “X” Bandung. Journal abdidas. 2021 apr 28;2(2):424–30.
[2]. Soltaninejad M, Babaei-pouya A, Poursadeqiyan M, Arefi MF. ergonomics factors influencing school education during the covid-19 pandemic: a literature review. vol. 68, work. ios Press bv; 2021. p. 69–75.
[3]. Nelfiyanti N, Almanda D, Ariasih ra, Ahyadi H, Setiawan a, Robbani mi. Penerapan peningkatan dan pemahaman postur kerja ergonomis bagi pekerja pengukuran dalam mengatasi keluhan msd di umkm Sa2riri. Jurnal pengabdian masyarakat teknik [internet]. 2023 nov 3;6(1):1. available from: https://jurnal.umj.ac.id/index.php/jpmt/article/view/18926
[4]. Wayan Mustika P, Made Sutajaya I. Ergonomi dalam pembelajaran menunjang profesionalisme guru di era global—vol. 5. 2016.
[5]. Situngkir D, Ayu im, Putri ec. Edukasi pembelajaran jarak jauh (pjj) yang ergonomis. To Maega: Jurnal Pengabdian Masyarakat. 2022 apr 29;5(2):198.
[6]. Asyiah Siregar N, Harahap nr, Harahap 3 3 HS. Hubungan antara pretest dan posttest dengan hasil belajar siswa kelas vii B di mts Alwashliyah Pantai Cermin. vol. 07.
[7]. Goalbertus. Hubungan antara kebiasaan olahraga, jenis kelamin, dan masa kerja dengan keluhan muskuloskeletal pada mahasiswa profesi dokter gigi tahun 20220131. Jurnal Medika Hutama. 2022 jan 19;03(02):2448–56.
[8]. Andartari D, Susanti S. Pengaruh kemampuan intelektual (iq) dan motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi di sma Labschool Rawamangun [internet]. available from: http://www.jpeb.net
[9]. Enta S., Masfuri M. Edukasi ergonomi untuk mencegah gangguan muskuloskeletal pada perawat yang bekerja di rumah sakit. journal of telenursing (joting). 2024 may 10;6(1):1240–9.
[10]. Nur’azizatrrahman. Nur ’azizaturrahmah-fkik. 2013.
[11]. Alvitasari, Ruhmawati T. Kesehatan, Kemenkes Bandung. Pengaruh media video animasi terhadap pengetahuan remaja tentang covid-19. 2021;2(1):90.
[12]. Nur Diansari B, Wisnu Saputro F, Rahmad I, Hidayah Tullah M. Peningkatan pengetahuan tentang posisi duduk yang baik pada siswa smp guna menghindari gangguan muskuloskeletal. journal of community empowerment. 2023;2(2):150–7.
[13]. Ariyani ap, Anggraini W, Kusnoto J, Ranggaini D, Salim rf. Peningkatan pengetahuan siswa tentang pencegahan nyeri otot selama pembelajaran jarak jauh pada masa pandemi covid-19 melalui penyuluhan dan pelatihan dengan kombinasi daring dan luring. jurnal kreativitas pengabdian kepada masyarakat (pkm). 2022 jun 1;5(6):1751–61.
[14]. Yang, dengan B, disorders M, mahasiswa P, stikes K, Karawang H, et al. Faktor-faktor yang berhubungan dengan muskuloskeletal disorders pada mahasiswa S1 Keperawatan stikes Horizon Karawang dalam pembelajaran daring pada masa pandemi. 2021.
[15]. Nurdin N. Pengaruh penggunaan video pembelajaran terhadap minat belajar siswa pada materi mendongeng pada masa pandemi COVID-19. Murhum: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini. 2022 Apr 15;43–52.
[16]. Kinski Situmorang C, Widjasena B, Wahyuni I, peminatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro. Hubungan antara durasi dan postur tubuh saat menggunakan komputer dengan keluhan nyeri leher pada tenaga kependidikan di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro. 2020;8(5). available from: http://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jkm
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Journal of Applied Agriculture, Health, and Technology

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.






