KATA SERAPAN BAHASA ARAB DALAM KAMUS BAUSASTRA JAWA: TINJAUAN PELEMAHAN BUNYI KONSONAN
Keywords:
Bahasa Arab, Kamus Bausastra Jawa, Kata Serapan, Konsonan, LenisiAbstract
Perbedaan fonologi bahasa Arab dan Jawa mengakibatkan pemaduan pengucapan bunyi bahasa Arab oleh masyarakat Jawa. Pemaduan tersebut menyebabkan perubahan bunyi. Penelitian ini membahas mengenai lenisi konsonan bersuara dan nirsuara pada kata serapan bahasa Arab dalam kamus Bausastra Jawa Balai Bahasa Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan teori lenisi oleh Crowley dan Bowern (2010) untuk menganalisis perubahan bunyi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Penjaringan data dilakukan dengan teknik simak bebas libat cakap serta teknik catat dan rekam. Kata-kata serapan dicatat menggunakan perangkat lunak Microsoft Word. Seorang responden penutur asli bahasa Jawa dan akademisi dipilih untuk mengucapkan kata serapan guna memperoleh data fonetis. Suara responden direkam menggunakan perangkat lunak perekam audio pada telepon genggam Vivo Y51. Data tersebut dianalisis dengan metode padan translasional dan teknik hubung banding menyamakan. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan berupa fenomena lenisi konsonan bersuara dan nirsuara berdasarkan indikatornya. Lenisi konsonan bersuara yaitu [b] > [p, h], [d] > [t], [z] > [s], [ʕ] > [k, h], [ɣ] > [k, h]; [ʕ] > [ŋ], [dˁ] > [d, dh, ɖh, ʤh], [ðˁ] > [l]; [dˁ] > [l], [b] > [w, h]; [b] > [w], [ʕ] > [w]; dan [ʕ] > [ʔ]. Lenisi konsonan nirsuara yaitu [h] > [ʔ], [tˁ] > [t, ʈ], [sˁ] > [s], [q] > [k], [x] > [h]; [h] > [w]; [ħ] > [ʔ], dan [q] > [ʔ]. Penelitian ini juga menghasilkan kesimpulan bahwa fenomena lenisi disebabkan oleh artikulasi yang berdekatan.