Deteksi Kematangan Buah Mangga secara Destruktif dan Non-Destruktif
DOI:
https://doi.org/10.20961/jaht.v4i1.1362Keywords:
destructive; HSI color transformation; mango; maturity; non-destructiveAbstract
Mango (Mangifera indica L.) is a fruit rich in fiber, vitamin C and β-carotene. Mango production in Indonesia is quite high, but export value is still low due to various post-harvest problems. Maturity level is one of the keys in the mango trade, but it is difficult to maintain due to the climatic nature of the fruit. A grading process is required to separate mangoes with optimal ripeness levels until they reach consumers. Maturity level can be measured through various parameters, including physical and chemical attributes. There are two methods to determine the ripeness of mango fruit, destructive and non-destructive. The destructive method uses bay flower extract as a pH indicator. The non-destructive method uses double ring resonator technology, HSI color space transformation, and fruit position in water. The results show that the HSI color space transformation method is more recommended because it is simpler and more efficient.
References
[1] Mulyani, S., & Sutrisno, A. (2019). Kandungan Gizi dan Manfaat Buah Mangga. Jurnal Pangan Tropis, 5(2), 45–52.
[2] Prasetyo, D., & Hidayat, R. (2020). Analisis Mutu Buah Mangga Berdasarkan Tingkat Kematangan. Agritech, 40(3), 112–120.
[3] Nugraha, B., & Rahmawati, D. (2021). Pengaruh Warna Kulit Terhadap Kematangan Buah Mangga Menggunakan Citra Digital. Jurnal Teknologi Hasil Pertanian, 14(1), 33–41.
[4] Setiawan, A., & Santoso, H. (2018). Perubahan Fisiologis Buah Mangga Selama Penyimpanan. Jurnal Hortikultura Indonesia, 9(2), 77–86.
[5] Utami, N., & Wibowo, P. (2021). Penanganan Pascapanen Buah Mangga untuk Memperpanjang Umur Simpan. Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan, 16(1), 55–64.
[6] Lestari, D., & Kurniawan, R. (2020). Pemanfaatan Ekstrak Bunga Telang sebagai Indikator Alami pH pada Penentuan Kematangan Buah Mangga. Jurnal Kimia Terapan Indonesia, 22(1), 1–8.
[7] Ariessaputra, S., Muvianto, C. M., Yuniarto, K., Al Sasongko, S. M., & Ch. S. (2020). Karakterisasi Buah Mangga Berdasarkan Nilai Dielektrik Menggunakan Teknik Double-Ring Resonator. Jurnal Sains Teknologi Lingkungan, 6(1), 61–71.
[8] Apriyanti, D., & Indriyani, E. (2020). Pengenalan Kematangan Buah Mangga Berdasarkan Transformasi Ruang Warna HSI. Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer, 8(4), 287–294.
[9] Harahap, L., & Nugroho, A. (2021). Analisis Kematangan Buah Mangga Berdasarkan Posisi Buah di Dalam Air. Jurnal Keteknikan Pertanian, 35(2), 120–128.
[10] Widodo, A., & Fadhilah, S. (2017). Preferensi Konsumen Terhadap Buah Mangga Berdasarkan Warna dan Aroma. Jurnal Agribisnis dan Pemasaran, 4(3), 44–51.
[11] Rahman, T., & Laila, F. (2019). Perubahan Pigmen Karotenoid Selama Pematangan Buah Mangga. Jurnal Teknologi Pangan, 10(2), 66–72.
[12] Sutanto, B., & Lestari, E. (2018). Kandungan Asam Organik Buah Mangga pada Berbagai Tingkat Kematangan. Jurnal Kimia dan Biokimia, 7(1), 25–31.
[13] Hidayah, M., & Sari, R. (2020). Pengaruh Penyimpanan Terhadap Perubahan Fisik dan Kimia Buah Mangga Arumanis. Jurnal Pangan dan Agroindustri, 8(2), 142–149.
[14] Rahmadani, Y., & Firmansyah, T. (2021). Analisis Impedansi Buah Tropis Menggunakan Sensor Elektromagnetik. Jurnal Sains Terapan, 5(2), 77–84.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Journal of Applied Agriculture, Health, and Technology

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.





