MEDIA "LAMPU WARNA BERNADA" UNTUK MELATIH BERMAIN MUSIK ANGKLUNG ANAK TUNA RUNGU
Kata Kunci:
Lampu Warna Bernada, musik angklung, tunarunguAbstrak
Seni musik adalah salah satu materi ajar yang dipalaian Sisyira di sekolah. Musik merupakan suatu untuk mengekspresikan diri melalui alunan-alunan yang digunakan oleh semua orang di penjuru dunia, tak luput pula bagi para penyandang difable seperti peyandang tunatungu misalnya. Namun penyandang tunarungu memiliki kesulitan dalam bermain alat musik jika dibandingkan dengan anak berkebutuhan khusus lainnya karena para penyandang tunarungu memiliki kelemahan dalam hal mendengar dan berkomunikasi. Maka besar kemungkinan penyandang tunarungu sering salah dalam praktik bermain musik.
Kebanyakan penyandang tunarungu tidak mempunyai ketertarikan yang besar terhadap musik, hal ini terbukti dari sedikitnya pagelaran musik yang melibatkan seorang penyandang tunarungu. Hal tersebut karena memang seorang penyandang tunarungu mempunyai kesulitan khusus dan krusial dalam bermain musik yaitu dalam hal mendengar dari berkomunikasi. Sejauh ini para penyandang tunarungu masih mengunakan cara konvensional dalam bermain musik angklung yaitu guru masin menunjuk satu per satu notasi angka pada papan tulis. Hal tersebut membuat anak kurang mandiri dalam bermain musik dan kurang berkesan pada diri anak. Apabila masih menggunakan cara konvensional tersebut maka dalam pementasan musik harus didampingi pendamping dalam bermain musik. Melihat dari hal tersebut, bendasarkan keterbatasan yang tunarungu miliki, maka dirancanglah Lampu Warna Bernada, suatu alat bantu sederhana bagi penyandang tunarungu yang dapat membantu dalam bermain musik angklung dengan cara mengkonversi notsai angka menjadi notasi warna yang berasal dari lampu.
Dengan Lampu Warna Bernada para penyandang tunarungu dapat dengan mudah mengetahui notasi nada suatu alat musik yang akan sangat berguna dalam aktifitas bermain musik angklung.
