Analisis Strategi Komunikasi Risiko Bencana melalui Media Sosial: Studi Efektivitas Edukasi Sesar Lembang pada Platform TikTok dan YouTube
Kata Kunci:
Media Digital, disaster risk communication, Disaster preparedness, Urban communitiesAbstrak
Sesar Lembang merupakan struktur tektonik aktif yang berpotensi menghasilkan dampak seismik signifikan di wilayah perkotaan Bandung. Meskipun kesadaran masyarakat tentang risiko gempa bumi telah meningkat melalui media sosial, kesadaran ini belum diterjemahkan menjadi literasi risiko fungsional atau pemahaman yang berorientasi pada kesiapan. Studi ini bertujuan untuk menguji efektivitas komunikasi risiko berbasis video di media sosial, khususnya TikTok dan YouTube, dalam menyampaikan risiko gempa bumi yang terkait dengan Sesar Lembang. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengintegrasikan wawancara dengan seorang ahli geologi, wawancara audiens, dan tinjauan literatur ilmiah yang relevan. Temuan menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat masih terfokus pada magnitudo gempa bumi, sementara faktor-faktor penting seperti kondisi geologi lokal, amplifikasi gerakan tanah, dan risiko bencana sekunder kurang dipahami. TikTok efektif dalam menarik perhatian awal dan meningkatkan kesadaran, sedangkan YouTube memberikan kapasitas yang lebih besar untuk komunikasi risiko yang terstruktur, detail, dan kredibel yang mendukung retensi dan pemahaman informasi. Studi ini menyimpulkan bahwa komunikasi risiko bencana yang efektif tidak hanya bergantung pada platform yang digunakan, tetapi juga pada bagaimana pesan-pesan ilmiah disusun secara visual, dibingkai secara kontekstual, dan disampaikan secara naratif agar selaras dengan pola konsumsi media audiens perkotaan.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.


