Kajian Komunikasi Visual Iklan Yupi “Tak Kenyal Maka Tak Sayang” Berdasarkan Model AIDA dan Teori Gestalt

Penulis

  • Muhammad Hafizd Kurniawan Universitas Negeri Padang
  • Fauzan Aulia Universitas Negeri Padang

Kata Kunci:

Yupi, AIDA, Gestalt, komunikasi visual, periklanan

Abstrak

Berkembangan pesatnya media digital telah membuka transformasi dalam strategi periklanan. Pendekatannya tidak lagi hanya terbatas pada penyampaian informasi produk semata, melainkan juga pada pembentukan emosional dengan konsumen.Dapat dicermati iklan Yupi dengan judul “YUPI Tak Kenyal Maka Takk Sayang.” Iklan ini secara cemerlang menggunakan gagasan sederhana tentang ketik adaannya tekstur kenyal pada berbagai objek untuk menonjolkan atribut esensial Yupi sebagai permen gummy yang elastis.

Studi ini berfokus pada analisis efektivitas elemen visual dan verbal dalam iklan tersebut dalam menarik atensi audiens serta membentuk citra merek. Metodologi penelitian ini bersifat kualitatif, dengan teknik observasi sebagai instrumen utama untuk menganalisis iklan. Kerangka analisis yang digunakan meliputi model AIDA (Attention, Interest, Desire, Action) dan Teori Persepsi Visual Gestalt.

studi menunjukan bahwa iklan tersebut berhasil menerapkan setiap fase model dari AIDA secara efektif. Ini ditandai dari penarikan perhatian melalui visual yang dinamis, pembangunan minat melalui konflik yang khas, hingga penguatan melalui slogan yang mudah diingat Selain itu, prinsip Gestalt meliputi kesamaan, figur latar, dan kesatuan. Prinsip Gestalt dipakai secara konsisten. Prinsip Gestalt membantu audiens mengerti pesan iklan secara menyeluruh. Kesimpulan menegaskan bahwa menggabungkan elemen visual, narasi, dan slogan dapat menciptakan komunikasi pemasaran yang efektif dan memengaruhi.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-30

Cara Mengutip

Kajian Komunikasi Visual Iklan Yupi “Tak Kenyal Maka Tak Sayang” Berdasarkan Model AIDA dan Teori Gestalt. (2026). MONTASE : JURNAL DESAIN KOMUNIKASI VISUAL, 2(1), 18-22. https://journal.uns.ac.id/index.php/montase/article/view/3684