Korelasi Shine-Lal Formula terhadap Kadar Ferritin pada Pasien Talasemia β Mayor

Authors

  • Muhammad Alif Ibadurrohman Adhi Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia
  • Lilik Wijayanti Laboratorium Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia
  • Siti Munawaroh Laboratorium Anatomi, Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.20961/plexus.v4i3.2061

Keywords:

Shine-Lal Formula, Kadar Ferritin, Talasemia β Mayor

Abstract

Pendahuluan: Penderita talasemia diberikan transfusi darah untuk mengatasi eritrosit yang abnormal yang akan berakibat terjadinya penumpukan zat besi dikarenakan transfusi yang dilakukan. Salah satu pemeriksaan zat besi dalam tubuh adalah pemeriksaan kadar ferritin yang memiliki kekurangan seperti harganya yang mahal dan keterbatasan akses didaerah terpencil. Oleh karena itu diperlukan alternatif pemeriksaan kadar zat besi dalam tubuh salah satunya dengan formula indeks eritrosit yaitu Shine-Lal Formula. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi Shine-Lal Formula terhadap kadar ferritin pada pasien talasemia β mayor.

Metode: Penelitian ini berjenis observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian adalah pasien anak talasemia beta mayor di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi Surakarta melalui teknik total sampling. Data yang digunakan adalah data rekam medis pasien. Shine-Lal Formula dibagi berdasarkan cut-off menjadi <1530 dan >1530, kadar ferritin dibagi menjadi <1000 ng/mL dan >1000 ng/mL. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan program Statistical Product and Service Solutions.

Hasil: Dari total 55 pasien talasemia beta mayor, didapatkan pasien perempuan lebih banyak dengan pasien tebanyak berusia 6-17 tahun. Rerata Mean Corpuscular Volume sebesar  74,54±4,60 fL dan Mean Corpuscular Hemoglobin sebesar 24,60±1,94 pg/sel. Keduanya berada di bawah normal, kemudian dilakukan uji regresi-korelasi Pearson antara Shine-Lal Formula dan kadar ferritin. Hasilnya, didapat hubungan yang signifikan, korelasi lemah, dan searah antara Shine-Lal Formula dan kadar ferritin dengan p = 0,024 (p <  0,05) dan r = 0,305.

Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara Shine-Lal Formula dan kadar ferritin pada pasien talasemia beta mayor (p = 0,024,  r = 0,305).

References

Cappellini MD, Farmakis D, Porter J, Taher A (2021). Guidelines: For the Management of Transfusion Dependent Thalassaemia (TDT). 4th edition. Thalassemia International Federation. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK603089/#Ch3-sec1 – Diakses 27 Desember 2024.

Cullis JO, Fitzsimons EJ, Griffiths WJH, Tsochatzis E dan Thomas DW (2018). Investigation and management of a raised serum ferritin. British journal of haematology, 181(3): 331–340. doi:10.1111/BJH.15166.

Dahlan & Sopiyudin M (2020). Statistik Untuk Kedokteran dan Kesehatan, edisi 6. Edisi 6. Jakarta: Epidemiologi Indonesia, pp: 74-77.

Hanifah MR (2020). Gambaran Anak Thalasemia di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri. ASJN (Aisyiyah Surakarta Journal of Nursing), 1(1): 16–20. https://doi.org/10.30787/asjn.v1i1.649.

Haq FR, Mustofa S, Himayani R (2023). Talasemia Beta: Etiologi, Klasifikasi, Faktor Risiko, Diagnosis, dan Tatalaksana. Jurnal Agromedicine, 10(1): 159–166.

Indrasari, ND, Timan IS, Amalia P (2015). Perbedaan Kolagen IV Di Kerusakan Hati Dan Infeksi Hepatitis C Pasien Talasemia Dengan Kelebihan Zat Besi. Jurnal Ilmiah Patologi Klinik Indonesia, 22(1): 1-8.

Katsarou MS, Papasavva M, Latsi R dan Drakoulis N (2019). Hemochromatosis: Hereditary hemochromatosis and HFE gene. Vitamins and Hormones, 1: Elsevier Inc. https://doi.org/10.1016/bs.vh.2019.01.010

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. No HK.01.07/MENKES/1/2018. Tentang Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Thalasemia. Menteri Kesehatan Republik Indonesia

Lorcerie B, Audia S, Samson M, Millière A, Falvo N, Leguy-Seguin V, et al. (2017). Diagnosis of hyperferritinemia in routine clinical practice. Presse Medicale, 46(12P2): e329–e338. https://doi.org/10.1016/j.lpm.2017.09.028

Maskoen AM, Reniarti L, Sahiratmadja E, Sisca J, Effendi SH (2019). Shine & Lal index as a predictor for early detection of β-Talasemia carriers in a limited resource area in Bandung, Indonesia. BMC Medical Genetics, 20(1): 1–6.https://doi.org/10.1186/s12881-019-0868-x

Motta I, Bou-Fakhredin R, Taher AT, Cappellini MD (2020). Beta Thalassemia: New Therapeutic Options Beyond Transfusion and Iron Chelation. Drugs, 80(11): 1053–1063. https://doi.org/10.1007/s40265-020-01341-9

Paloma IDANC (2023). Talasemia : sebuah Tinjauan Pustaka. Biocity Journal of Pharmacy Bioscience and Clinical Community, 1(2): 89–100. Available at: https://doi.org/10.30812/biocity.v1i2.2525.

Purba, REJ, Nency YM, Farida H (2019). Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Anak Penderita Talasemia Mayor Di Jawa Tengah, Indonesia. Diponegoro Medical Journal (Jurnal Kedokteran Diponegoro), 8(4): 1236–1247. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/medico/article/view/25370

Putri NMG & Probosari E (2016). Perbedaan Kadar Serum Ferritin Remaja Putri Status Gizi Normal dan Status Gizi Lebih. Journal of Nutrition College, 5(4): 393–401. http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jnc

Rohmah S (2021). Perbedaan Nilai Indeks Eritrosit Sebelum dan Sesudah Transfusi Pada Pasien Thalasemia Beta Mayor. [Tesis, Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung]. Repository Poltekkes Kemenkes Bandung. https://repo.poltekkesbandung.ac.id/3649

Sandnes M, Ulvik RJ, Vorland M, Reikvam H (2021). Hyperferritinemia—a clinical overview. Journal of Clinical Medicine, 10(9): 1–25. https://doi.org/10.3390/jcm10092008

Sawitri H & Husna CA (2018). Karakteristik Pasien Thalasemia Mayor Di Blud Rsu Cut Meutia Aceh Utara Tahun 2018. AVERROUS: Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan Malikussaleh, 4(2): 62. https://doi.org/10.29103/averrous.v4i2.1038

Setia MS (2016). Methodology series module 3: Cross-sectional studies’, Indian Journal of Dermatology, 61(3): 261–264. Available at: https://doi.org/10.4103/0019-5154.182410.

Slaats J, Ten Oever J, van de Veerdonk FL, Netea MG (2016). IL-1β/IL-6/CRP and IL-18/ferritin: Distinct Inflammatory Programs in Infections. PLoS Pathogens, 12(12): 1–13. https://doi.org/10.1371/journal.ppat.1005973

Suryoadji KA & Alfian IM (2021). Patofisiologi Gejala Penyakit Thalasemia Beta : A Narrative Review, Khazanah: Jurnal Mahasiswa,13(2):56–60

Swandewi GA dan Dhyani IA (2019). Talasemia beta mayor, pp. 1–25. Available at: http://erepo.unud.ac.id/id/eprint/30262/1/91e61ecb7243f7022d751e65222db3d2.pdf

Vijay RB, Lalji GV, Niyati AM, Bhavin BP (2023). Correlation of Serum Ferritin Level in Transfusion-Dependant Thalassemia Major Patients: A Study at a Medical College Affiliated Hospital in Gujarat Region. International Journal of Contemporary Pediatrics 10(3):330–33. https://doi.org/10.18203/2349-3291.ijcp20230429.

Wati M & Astuti TD (2020). Systematic Review : Analisis Indeks Eritrosit Pada Kasus Thalasemia pp. 1–9.

WHO (2020). Serum ferritin concentrations for the assessment of iron status in individuals and populations: technical brief. World Health Organization – WHO, 10: 1–6. Available at: https://apps.who.int/iris/handle/10665/331505.

Widadi, SY, Ramdani HT, Nurafita H (2023). Kualitas Hidup Anak Penderita Thalassemia Mayor Usia 6-18 Tahun Di Poliklinik Thalassemia Rsud Dr. Slamet. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 7(1): 226–236.

Downloads

Published

2025-07-22

Issue

Section

Articles