Korelasi Srivastava Formula Terhadap Kadar Ferritin Pada Pasien Talasemia Beta Mayor

Authors

  • Agustinus Adi Nugraha Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia
  • Mas Aditya Senaputra Departemen Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret/RSUD Dr. Moewardi Surakarta, Indonesia
  • Siti Munawaroh Laboratorium Anatomi, Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.20961/plexus.v4i3.2062

Keywords:

Talasemia Beta Mayor, Ferritin, Srivastava Formula

Abstract

Pendahuluan: Talasemia beta adalah penyakit genetik didapatkan adanya mutasi gen sehingga terjadi defek dalam produksi rantai polipeptida beta globin yang berdampak pada kejadian anemia dan kadar ferritin dalam tubuh. Srivastava formula dapat digunakan dalam skrining penyebab anemia karena talasemia beta atau karena adanya defisiensi zat besi. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan korelasi antara Srivastava Formula terhadap kadar ferritin pada pasien talasemia beta mayor.

Metode: Penelitian ini akan dilakukan dengan desain penelitian observasional analitik untuk mengetahui korelasi antara Srivastava Formula terhadap kadar ferritin pada pasien talasemia beta mayor. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional. Subjek yang digunakan adalah pasien talasemia di Bangsal Anak RSUD Dr. Moewardi dengan jumlah sampel 55 orang. Analisis data penelitian dilakukan dengan menggunakan regresi-korelasi Pearson untuk menentukan korelasi antara Srivastava Formula terhadap kadar ferritin pada pasien talassemia beta mayor.

Hasil: Subjek penelitian menggambarkan rata-rata nilai MCV dan MCHC cenderung rendah hingga normal, dengan kelompok ferritin di bawah 1000 memiliki rata-rata MCV terendah. Nilai MCH dan Hb rata-rata berada di bawah normal, sementara RDW menunjukkan peningkatan di atas nilai normal. Nilai RBC tetap berada dalam rentang normal. Rata-rata ferritin keseluruhan populasi menunjukkan angka yang tinggi. Formula Srivastava menghasilkan nilai di atas cut-off (>3,8), yang menunjukkan hasil tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada korelasi antara Srivastava Formula terhadap kadar ferritin pada pasien talassemia beta mayor (p-value = 0,463).

Kesimpulan: Tidak ada hubungan signifikan antara Srivastava Formula dengan kadar ferritin pada pasien talasemia beta mayor. Berisi kesimpulan penelitian Srivastava Formula terhadap kadar ferritin pada pasien talassemia beta mayor.

References

Abi Daud, M. (2020). Hubungan ferritin serum dengan berat badan dan tinggi badan pada penderita thalasemia β mayor. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 12(2), 665–672. https://doi.org/10.35816/jiskh.v12i2.377

Alka, Y., & Deepak, S. (2024). Role of magnetic resonance imaging (MRI) in liver iron quantification in thalassemic (thalassemia major) patients. Egypt Liver Journal, 14(1). https://doi.org/10.1186/s43066-024-00330-x

Aulianah, H. (2024). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup anak thalasemia beta. Jurnal Aisyiyah Medika, 9(1).

Fahira, N. P., Dewi, M. K., & Andriane, Y. (2019). Hubungan status gizi dengan daya konsentrasi pada pasien talasemia beta mayor di Rumah Sakit Umum Daerah Majalengka. Prosiding Kedokteran, 313–318.

Gustiana, H., Gunantara, T., & Rathomi, H. S. (2020). Kepatuhan konsumsi obat kelasi besi dan kadar serum feritin pasien talasemia beta-mayor di RSUD Al-Ihsan Bandung. Jurnal Integrasi Kesehatan Sains, 2(1), 26–30. https://doi.org/10.29313/jiks.v2i1.5572

Haq, F. R., Mustofa, S., & Himayani, R. (2023). Talasemia beta: Etiologi, klasifikasi, faktor risiko, diagnosis, dan tatalaksana. Agromedicine, 10(1), 159–166.

Humaida, R., Budiman, W., & Dewi, A. P. (2022). Hubungan kadar ferritin dengan kadar kreatinin pada pasien talasemia usia 4–13 tahun. Binawan Student Journal, 4(1), 31–37. https://doi.org/10.54771/bsj.v4i1.334

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI). (2020). Thalassemia. Retrieved from http://www.p2ptm.kemkes.go.id/informasi-p2ptm/thalassemia

Kurniati, M., Eksa, D. R., & Risnawati, C. (2020). Hubungan kepatuhan terapi kelasi dengan kadar feritin pada penderita talasemia mayor di RSUD H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan, 7(2), 433–442.

Kusumo, M. K. Y., Novita, A., & Hendrawan, H. (2024). Hubungan transfusi darah berulang dan kepatuhan konsumsi obat kelasi besi dengan kadar ferritin pada pasien thalasemia di Kota Depok. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 4, 283–289. https://doi.org/10.33221/jikm.v13i04.2777

Naeem, U., Baseer, N., Khan, M. T. M., Hassan, M., Haris, M., & Yousafzai, Y. M. (2021). Effects of transfusion of stored blood in patients with transfusion-dependent thalassemia. American Journal of Blood Research, 11(6), 592–599.

Pasalina, P. E., & Faisal, A. D. (2021). Hepsidin sebagai biomarker anemia pada ibu hamil. Jurnal Kesehatan, 11(3), 382. https://doi.org/10.35730/jk.v11i3.707

Prihatiningsih, D., & Komang, A. R. N. (2024). Correlations between ferritin levels and creatinine in pediatric thalassemia patients Prodia Cilegon. Multidisciplinary Indonesian Central Journal, 112, 112–119. https://doi.org/10.62567/micjo.v1i1.14

Rafika, R., Marwoto, D., & Hayati, L. (2019). Korelasi antara kadar ferritin serum dan status gizi pasien talasemia mayor. Biomedika: Jurnal Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, 5(1), 88–93. https://doi.org/10.32539/BJI.V5I1.7986

Shahid, H., Saleem, M., Naseer, N., Tabussam, S., Aziz, A., & Ullah, S. (2022). Evaluation of Srivastava index to distinguishing beta-thalassemia trait from iron deficiency. Pakistan Journal of Medical and Health Sciences, 16(5), 1225–1227. https://doi.org/10.53350/pjmhs221651225

Syari, F. R., Hendrianingtyas, M., & Retnoningrum, D. (2019). Hubungan lingkar pinggang dan visceral fat dengan. Jurnal Kedokteran Diponegoro, 8(2), 701–712.

Urrechaga, E., Borque, L., & Escanero, J. F. (2011). The role of automated measurement of RBC subpopulations in differential diagnosis of microcytic anemia and β-thalassemia screening. American Journal of Clinical Pathology, 135(3), 374–379. https://doi.org/10.1309/AJCPJRH1I0XTNFGA

Vidyarni, K. E., Shodikin, M. A., & Riyanti, R. (2017). Hubungan antara kadar feritin dengan kadar BUN-kreatinin pada pasien talasemia beta mayor di RSD dr. Soebandi Jember. e-Jurnal Pustaka Kesehatan, 5(2), 525–530.

World Health Organization (WHO). (2022). Data and statistics: Prevalence of thalassemia worldwide.

Wulandari, R. D. (2018). Kelainan pada sintesis hemoglobin: Thalassemia dan epidemiologi thalassemia. Jurnal Ilmiah Kedokteran Wijaya Kusuma, 2071(2), 33–43. https://doi.org/10.30742/jikw.v5i2.340

Zhang, R., Zhang, S., Ming, J., Xie, J., Liu, B., Jiang, W., et al. (2024). A cross-sectional study: Caregiver burden and related determinants of adult patients with β-thalassemia major in mainland China. BMC Nursing, 23(1), 1–10. https://doi.org/10.1186/s12912-024-01826-y

Downloads

Published

2025-07-22

Issue

Section

Articles