Profil Pola dan Derajat Luka Korban Kekerasan Seksual di Surakarta Tahun 2023-2025

Authors

  • Wulan Maharani Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia
  • Novianto Adi Nugroho Kedokteran Forensik & Medikolegal RSUD Dr. Moewardi, Surakarta, Indonesia
  • Herratri Wikan Nur Agusti Kedokteran Forensik & Medikolegal RSUD Dr. Moewardi, Surakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.20961/plexus.v5i3.2921

Keywords:

Kekerasan seksual, Visum et Repertum, Pola luka, Derajat luka, Surakarta

Abstract

Pendahuluan: Kekerasan seksual merupakan salah satu bentuk kekerasan yang masih sering terjadi di Indonesia dan menimbulkan dampak fisik maupun psikologis bagi korban. Pemeriksaan Visum et Repertum berperan penting dalam pembuktian medis dan menjadi sumber data objektif untuk menggambarkan karakteristik luka akibat kekerasan seksual. Penelitian ini memiliki keterbaharuan dalam mengidentifikasi pola dan derajat luka korban kekerasan seksual di Surakarta periode 2023–2025 berdasarkan hasil Visum et Repertum.

Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional dengan pendekatan retrospektif. Sampel penelitian meliputi seluruh kasus kekerasan seksual yang memiliki dokumen Visum et Repertum dan memenuhi kriteria inklusi, yaitu sebanyak 12 kasus dari total 40 laporan yang tercatat di Unit PPA Polresta Surakarta periode 2023–2025. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kuantitatif berdasarkan karakteristik luka, lokasi, serta derajat keparahan luka.

Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar korban kekerasan seksual merupakan remaja berjenis kelamin perempuan. Lokasi luka terbanyak ditemukan pada organ genital (71,43%), diikuti oleh anus (14,29%), serta leher dan dada masing-masing sebesar 7,14%. Jenis luka yang paling sering dijumpai adalah robekan dengan tepi tidak rata dan dasar luka pada kulit, sedangkan berdasarkan derajatnya, mayoritas luka tergolong ringan (91,66%) dan tidak ditemukan luka berat.

Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa korban kekerasan seksual di Surakarta umumnya mengalami luka ringan yang bersifat superfisial pada area anogenital. Temuan ini menegaskan bahwa Visum et Repertum berperan penting dalam mengidentifikasi pola luka serta memberikan dasar objektif bagi proses penegakan hukum dan penanganan medis terhadap korban kekerasan seksual.

References

Afandi, D., Suryadi, T., & Rahmawati, D. (2018). Medicolegal study of sexual violence cases in Pekanbaru. Egyptian Journal of Forensic Sciences, 8(1), 1–6.

Cénat, J. M., Derivois, D., Hébert, M., Karray, A., & Clorméus, L. A. (2023). Lifetime and child sexual violence, risk factors and mental health correlates among adolescents and young adults in Haiti: A public health emergency. Journal of Interpersonal Violence, 38(5–6), NP2607–NP2629. https://doi.org/10.1177/08862605221102484

Herlianto, N., Putri, N. K., & Wulandari, I. A. (2019). Profil kasus kekerasan seksual berdasarkan Visum et Repertum di RSUP Sanglah Denpasar tahun 2019–2021. Jurnal Forensik dan Medikolegal Indonesia, 5(2), 101–108.

Hernández, M., & Humphrey, M. (2019). Exploring the relational dynamics of sexual violence: Implications for prevention. Journal of Interpersonal Violence, 34(12), 2581–2599.

Iswara, R. A. F. W., et al. (2023). Pengantar Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal. Eureka Media Aksara.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. (2020). Laporan Tahunan Kekerasan Seksual di Indonesia. KemenPPPA.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. (2023). Undang-Undang No. 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual. KemenPPPA.

Putri, N. K., & Wardani, I. A. (2021). Karakteristik korban kekerasan seksual di RSUP Sanglah Denpasar tahun 2018–2020. Jurnal Kesehatan Udayana, 10(2), 123–130.

Rahmawati, N., Sari, A., & Mulyana, R. (2018). Karakteristik kasus kekerasan seksual pada perempuan di BLUD Rumah Sakit Cut Meutia Aceh tahun 2018. Jurnal Averrous, 4(2), 45–52.

Reuters. (2024, July 29). Nearly a quarter of adolescent girls suffer partner violence, WHO study finds. https://www.reuters.com/business/healthcare-pharmaceuticals/nearly-quarter-adolescent-girls-suffer-partner-violence-who-study-finds-2024-07-29/

World Health Organization. (2016). Global plan of action to strengthen the role of the health system within a national response to violence against women and girls. WHO.

Yuliana, R., Hidayat, M., & Rasyid, M. (2020). Profil kasus kekerasan seksual di Rumah Sakit Bhayangkara Padang periode 2018–2019. Jurnal Sciena, 2(1), 12–19.

Downloads

Published

2026-07-28

Issue

Section

Articles