Pengaruh Penutupan Defek Septum Ventrikel secara Transkateter Menggunakan KONAR-MFO terhadap Status Gizi Anak di RSUD Dr. Moewardi Surakarta

Authors

  • Energi Wira Pratama Adi Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia
  • Bagus Artiko Departemen Ilmu Kesehatan Anak, RSUD Dr.Moewardi, Surakarta, Indonesia
  • Pridania Vidya Departemen Ilmu Kesehatan Anak, RSUD Dr.Moewardi, Surakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.20961/plexus.v5i1.2995

Keywords:

defek septum ventrikel, konar-multi functional occluder, transkateter, status gizi, bb/tb

Abstract

Pendahuluan: Defek septum ventrikel merupakan salah satu penyakit jantung bawaan tersering yang dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan akibat peningkatan beban kerja jantung dan kebutuhan metabolik. Teknik penutupan defek septum ventrikel secara transkateter dengan perangkat KONAR-Multi Functional Occluder menawarkan pendekatan minimal invasif yang dinilai lebih aman serta berpotensi memperbaiki status gizi lebih cepat dibandingkan metode konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penutupan defek septum ventrikel menggunakan KONAR-Multi Functional Occluder terhadap status gizi anak berdasarkan indeks berat badan terhadap tinggi badan.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuasi-eksperimental dengan desain pretest-posttest tanpa kelompok kontrol yang melibatkan anak usia 0-59 bulan dengan defek septum ventrikel yang menjalani penutupan defek menggunakan KONAR-Multi Functional Occluder di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Pengukuran berat badan terhadap tinggi badan dilakukan sebelum prosedur dan enam bulan setelah tindakan. Data dianalisis menggunakan Uji Wilcoxon Signed-Rank untuk menilai perbedaan status gizi sebelum dan sesudah prosedur.

Hasil: Penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan nilai z-score berat badan terhadap tinggi badan enam bulan setelah penutupan defek septum ventrikel. Sebagian besar subjek mengalami perbaikan kategori gizi menuju rentang normal, mencerminkan peningkatan status gizi yang bermakna secara statistik. Perubahan ini mengindikasikan adanya pemulihan status metabolik dan penurunan beban kerja jantung setelah koreksi defek.

Kesimpulan: Penutupan defek septum ventrikel secara transkateter menggunakan KONAR-Multi Functional Occluder terbukti berpengaruh positif terhadap peningkatan status gizi anak berdasarkan indeks berat badan terhadap tinggi badan enam bulan pascatindakan.

References

Chen, T. Y., Ju, Y. T., Wei, Y. J., Hsieh, M. L., Wu, J. M., & Wang, J. N. (2021). Clinical experience of transcatheter closure for ventricular septal defects in children weighing under 15 kg. Acta Cardiologica Sinica, 37(6), 618–624. https://doi.org/10.6515/ACS.202111_37(6).20210726

Chinawa, A. T., Chinawa, J. M., Duru, C. O., Chukwu, B. F., & Obumneme-Anyim, I. (2021). Assessment of nutritional status of children with congenital heart disease: A comparative study. Frontiers in Nutrition, 8, Article 644030. https://doi.org/10.3389/fnut.2021.644030

Dakkak, W., Alahmadi, M. H., & Oliver, T. I. (2024). Ventricular septal defect. In StatPearls. StatPearls Publishing. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK470330/

Kuswiyanto, R. B., Wulandari, D., Santoso, A., Prakoso, R., Arifianto, H., Putra, S. T., et al. (2022). Transcatheter closure of perimembranous ventricular septal defect using the Lifetech KONAR-MFO: Early to midterm results of the Indonesian multicenter study. Global Heart, 17(1), Article 15. https://doi.org/10.5334/gh.1106

Lestari, D. L. (2023). Penyakit jantung bawaan pada anak. Science Journal, 2(4), 134–142. https://doi.org/10.56260/sciena.v2i4.100

Li, D., Zhou, X., Li, M., & An, Q. (2020). Comparisons of perventricular device closure, conventional surgical repair, and transcatheter device closure in patients with perimembranous ventricular septal defects: A network meta-analysis. BMC Surgery, 20, Article 115. https://doi.org/10.1186/s12893-020-00777-w

Liu, Y., Chen, S., Zühlke, L., Black, G. C., Choy, M. K., Li, N., et al. (2019). Global birth prevalence of congenital heart defects 1970–2017: Updated systematic review and meta-analysis of 260 studies. International Journal of Epidemiology, 48(2), 455–463. https://doi.org/10.1093/ije/dyz009

Lyu, J., Wang, Q., Zhang, X., Meng, L., Wang, X., Zhang, W., et al. (2019). Associations between maternal social support and stressful life event with ventricular septal defect in offspring: A case-control study. BMC Pregnancy and Childbirth, 19, Article 429. https://doi.org/10.1186/s12884-019-2541-y

Narin, N., Pamukcu, O., Baykan, A., Argun, M., Saygi, M., Onan, S. H., et al. (2018). Percutaneous ventricular septal defect closure in patients under 1 year of age. Pediatric Cardiology, 39(5), 1009–1015. https://doi.org/10.1007/s00246-018-1852-5

Rahayuningsih, S. E. (2016). Hubungan antara defek septum ventrikel dan status gizi. Sari Pediatri, 13(2), 137–141.

Singab, H., Abo-Haded, H. M., Zaghla, H., Hossny, M., & Abd-Elghany, W. (2023). Transcatheter versus surgical closure of ventricular septal defect: A comparative study. Cardiothoracic Surgery, 31, Article 8. https://doi.org/10.1186/s43057-023-00099-6

Sukandar, A., & Lilijanti, S. (2020). Dampak penutupan defek septum ventrikel dengan metode kateterisasi jantung terhadap ekokardiografi dan status gizi antropometri. Sari Pediatri, 20(6), 377–383. https://saripediatri.org/index.php/sari-pediatri/article/download/1373/pdf

Theola, J., Yakub, N. M., Yudianto, V. R., & Sinaga, B. C. (2023). Defek septum ventrikel: Diagnosis dan tata laksana. Cermin Dunia Kedokteran, 50(3), 133–137. https://doi.org/10.55175/cdk.v50i3.656

Downloads

Published

2026-04-06

Issue

Section

Articles