Gambaran Luka pada Korban Mati Kecelakaan Kereta Api Berdasarkan Visum Et Repertum RSUD Dr. Moewardi Tahun 2017 – 2021

Authors

  • Salma Nadia Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia
  • Wahyu Dwi Atmoko Bagian Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal, Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi, Surakarta, Indonesia
  • Hari Wujoso Bagian Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal, Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi, Surakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.20961/plexus.v4i1.569

Keywords:

Luka, Korban mati, Kecelakaan kereta api, Visum et repertum

Abstract

Pendahuluan: Kasus kecelakaan kereta api dengan pengguna jalan di perlintasannsebidang masih cukup sering terjadi di Indonesia. Penelitian ini bertujuanauntuk mengetahui deskripsi luka pada korban mati kecelakaan kereta api yang ditanganiwInstalasi Forensikodan Medikolegal RSUD Dr. Moewardi Surakarta.

Metode: Penelitiantini menggunakan metodeudeskriptif observasionalkdari data Visum etoRepertum di RSUD Dr. MoewardiiSurakarta. Teknik sampling padappenelitian ini adalah total sampling yaitudseluruhgVisum et Repertumksejak Januari 2017 – Desember 2021.

Hasil: Berdasarkan data Visum et Repertum pada tahun 2017-2021 didapatkan sebanyak 27 kasusokecelakaan kereta api dengan ciri-ciriuluka sebagai berikut: (1) Lokasihluka palingybanyak ditemukanwdi regio kepala dan ekstremitasaatas dengan jumlah yangusama sebanyak 100%; (2) Jenis luka yangqpaling sering ditemukan adalah luka lecet sebanyak 49,72%; (3) Tepi luka tidak rata didapatkanzsebanyak 18,52% dan tepi luka rata sebanyak 3,70%; (4) Dasar luka terbanyak berupa dasar luka kulit sebesar 100%; (5) Patah tulang didapatkan sebanyak 100%; (6) Luka fatal paling banyak berupa multiple trauma (81,48%); (7) Kelompok lansia sebagai korban terbanyak sebesar 33,33%; (8) Korban laki-laki didapatkan sebesar 81,48% dan perempuan sebesar 18,52%; (9) Instansi kepolisian yang paling banyak mengirimkan korban kecelakaan kereta api adalah Polsek Banjarsari sebesar 22,22%.

Kesimpulan: Lokasi luka paling sering terdapatcdi kepala dan ekstremitas atas, jenis luka terbanyak adalah luka lecet, tepi luka paling banyakxadalah tepi luka tidak rata, dasar luka paling banyak adalah dasar luka kulit, patah tulang ditemukan pada seluruh kasus, luka fatal yang paling banyak menyebabkan kematian adalah trauma multipel, korban kecelakaan kereta api terbanyak dialami lansia dan berjenis kelamin laki-laki, serta daerah instansi kepolisian yang paling banyak mengirimkan jenazah korban kecelakaan kereta api adalah Polsek Banjarsari.

References

Australian Transport Safety Bureau. (2008). Railway Level Crossing Bulletin. https://www.atsb.gov.au/media/28330/railbulletin.pdf

Chakravarthy, B., Lotfipour, S., & Vaca, F. E. (2007). Special Topic: Public Health Pedestrian Injuries: Emergency Care Considerations.

Christy, J. (2017). Perancangan Video Iklan Layanan Masyarakat Tentang Kewaspadaan Masyarakat Terhadap Perlintasan Rel Kereta Api. Universitas Katolik Soegijapranata.

Direktorat Jenderal Perkeretaapian. (2021). Perkeretaapian dalam Angka. Kementerian Perhubungan.

Kumar Patnaik, K., Panigrahi, H., & Das, S. (2021). Circumstances of death and pattern of fatal railway injury. Panacea Journal of Medical Sciences, 11(2), 264–268. https://doi.org/10.18231/j.pjms.2021.054

Malkhamah, S., Muthohar, I., Murwono, D., & Wiarco, Y. (2014). Analisis Kapasitas Jalur dan Kecelakaan Kereta Api. The 17th FSTPT of International Symposium, 2(1), 1282–1290.

Mohanty, M. K., Panigrahi, M. K., Mohanty, S., & Patnaik, K. K. (2007). Death due to traumatic railway injury. Medical Science Law, 47(2).

Ningrum, I. U. M. (2017). Pola Luka pada Korban Kecelakaan Lalu Lintas Kereta Api yang Diperiksa di Departemen Forensik Rumah Sakit Cipto MangunkusumoTahun 2009- 2014 dan Faktor-Faktor yang Berhubungan. Universitas Indonesia.

Parinduri, A. G. (2020). Buku Ajar Kedokteran Forensik & Medikolegal. UMSU Press. http://umsupress.umsu.ac.id/

Salmon, P. M., Read, G. J. M., Stanton, N. A., & Lenné, M. G. (2013). The crash at Kerang: Investigating systemic and psychological factors leading to unintentional non-compliance at rail level crossings. Accident Analysis and Prevention, 50, 1278–1288. https://doi.org/10.1016/j.aap.2012.09.029

Salsabila, A., Wujoso, H., & Suwandono, A. (2022). Deskripsi Korban Mati Kecelakaan Lalu Lintas yang Dikirim ke RSUD Dr. Moewardi Tahun 2016 - 2020 (Berdasarkan Ciri-Ciri Luka). Plexus Medical Journal, 1(4), 139–146. https://doi.org/10.20961/plexus.v1i4.57

Sari, C. F. (2018). Implementasi Deep Learning Menggunakan Convolutional Neural Network Untuk Klasifikasi Citra X-Ray Patah Tulang Lengan Manusia. Universitas Islam Indonesia, 1–5. https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/9455

Shrestha, R., Krishan, K., & Kanchan, T. (2022). Abrasion - StatPearls - NCBI Bookshelf. StatPearls. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK554465/

Yulianto, T. (2010). Analisis Penyebab Terjadinya Kecelakaan Kereta Api serta Usaha Prefentif yang Dapat Dilakukan. Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Downloads

Published

2025-04-10

Issue

Section

Articles