ANALISIS HUMAN GOVERNANCE DALAM AKSESIBILITAS PELAYANAN TRANSPORTASI PUBLIK BAGI PENYANDANG DISABILITAS DI KOTA SURAKARTA

Penulis

  • Dea Sapitri Universitas Sebelas Maret Penulis

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan konsep human governance dalam aksesibilitas layanan transportasi publik Batik Solo Trans (BST) bagi penyandang disabilitas di Kota Surakarta. Menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kajian literatur, penelitian ini meninjau realitas empiris berdasarkan empat indikator human governance menurut Miftah Thoha (2008), yaitu: Akuntabilitas Sosial, Pendidikan Bagi Warga Negara, Kesamaan dan Kebebasan, serta Partisipasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan human governance pada layanan BST belum mencapai titik optimal. Pada aspek Akuntabilitas Sosial, ditemukan kesenjangan infrastruktur fisik yang signifikan, seperti ketiadaan guiding block dan fasilitas ramp yang tidak memadai. Aspek Pendidikan Bagi Warga Negara menunjukkan progres positif melalui adanya pelatihan pelayanan disabilitas, namun pelaksanaannya masih bersifat situasional dan belum menjadi kurikulum rutin. Sebaliknya, aspek Kesamaan dan Kebebasan menjadi sisi terkuat dengan penerapan budaya pelayanan 5S yang inklusif dan non-diskriminatif. Terakhir, aspek Partisipasi dinilai belum efektif karena kanal pengaduan belum memiliki fitur ramah disabilitas dan masih adanya stigma sosial yang menghambat keberanian penyandang disabilitas untuk bersuara. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun regulasi perlindungan hak disabilitas telah tersedia, masih terdapat disparitas besar antara kebijakan dengan ketersediaan infrastruktur di lapangan.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Biografi Penulis

  • Dea Sapitri, Universitas Sebelas Maret

    Fakultas Ilmu Sosial dan Politik

Diterbitkan

2025-12-31

Terbitan

Bagian

Articles