Hambatan dan Pendukung Ekonomi Politik dalam Hubungan Pertumbuhan Ekonomi dan Pengurangan Kemiskinan di Indonesia: Tinjauan Literatur Sistematis
Keywords:
Ekonomi Politik, Pertumbuhan Ekonomi, Pengurangan Kemiskinan, Tata Kelola, Redistribusi, Hubungan Pertumbuhan–KemiskinanAbstract
Pertumbuhan ekonomi sering diposisikan sebagai prasyarat utama pengurangan kemiskinan. Namun berbagai penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara pertumbuhan ekonomi dan
kemiskinan tidak berlangsung secara otomatis, linier, atau merata. Artikel ini bertujuan menganalisis
bagaimana faktor-faktor ekonomi politik berperan sebagai hambatan dan pendukung dalam
menghubungkan pertumbuhan ekonomi dengan pengurangan kemiskinan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman
PRISMA. Data diperoleh dari basis data Scopus untuk periode 2021–2026, dan melalui proses
identifikasi, penyaringan, kelayakan, serta inklusi diperoleh 19 artikel yang relevan. Analisis dilakukan melalui sintesis tematik dengan tahapan open coding, axial coding, danselective coding. Hasil kajian menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi merupakan kondisi penting, namun tidak cukup, untuk mengurangi kemiskinan. Efektivitas hubungan pertumbuhan–kemiskinan sangat ditentukan oleh faktor-faktor ekonomi politik yang memediasi distribusi manfaat pertumbuhan. Hambatan utama mencakup lemahnya tata kelola, institusi yang eksklusif, distorsi distribusi, kapasitas implementasi yang rendah, serta hubungan kekuasaan yang mendorong konsentrasi manfaat pada kelompok dominan. Sebaliknya, kualitas institusi, kapasitas negara, mekanisme redistribusi sosial dan fiskal, tata kelola yang akuntabel, serta keterlibatan aktor non-negara berfungsi sebagai faktor pendukung yang memperkuat dampak pertumbuhan terhadap pengurangan kemiskinan. Studi ini menegaskan bahwa faktor ekonomi politik bukan sekadar konteks eksternal, melainkan mekanisme kausal yang menentukan sejauh mana pertumbuhan ekonomi dapat diterjemahkan menjadi pengurangan kemiskinan yang inklusif.