Hubungan Obesitas pada Preeklamsia dengan APGAR Score Bayi di RSUD Dr.Moewardi Tahun 2024

Authors

  • Hanifa Fauzia Widya Putri Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta
  • Robert Ridwan Departemen Obstetri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, RSUD Dr.Moewardi, Surakarta, Indonesia
  • Sigit Setyawan Departemen Parasitologi dan Mikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia
  • Nutria Widya Purna Anggraini Departemen Obstetri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, RSUD Dr.Moewardi, Surakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.20961/plexus.v5i2.3098

Keywords:

Obesitas, Preeklamsia, skor APGAR

Abstract

Pendahuluan: Preeklamsia merupakan salah satu komplikasi kehamilan kompleks yang dapat berdampak terhadap kesehatan ibu dan bayi, ditandai dengan hipertensi yang disertai dengan gangguan organ pada atau setelah usia kehamilan 20 minggu. Obesitas diketahui berperan dalam patofisiologi preeklamsia dan dapat meningkatkan risiko luaran neonatus yang buruk, termasuk risiko APGAR score rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara obesitas pada preeklamsia dengan APGAR score bayi.

Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Penelitian ini melibatkan 67 pasien yang diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Data yang digunakan adalah rekam medis ibu hamil dengan diagnosis preeklamsia yang melakukan persalinan di RSUD Dr. Moewardi selama tahun 2024 dan data rekam medis bayi yang dilahirkan oleh ibu tersebut. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji chi-square dengan bantuan software SPSS.

Hasil: Hasil analisis chi-square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara obesitas pada preeklamsia dengan APGAR score bayi. Hal ini dibuktikan dengan p-value tercatat 0,172 (p>0,05) untuk obesitas pada preeklamsia dengan APGAR pada menit ke-1 dan p-value tercatat 0,170 (p>0,05) untuk obesitas pada preeklamsia dengan APGAR pada menit ke-5.

Kesimpulan: Obesitas pada ibu hamil preeklamsia terbukti tidak berhubungan secara signifikan dengan APGAR score bayi.

References

Ajibo, B. D., Wolka, E., Aseffa, A., Nugusu, M. A., Adem, A. O., Mamo, M., Temesgen, A. sintayehu, Debalke, G., Gobena, N., & Obsa, M. S. (2022). Determinants of low fifth minute Apgar score among newborns delivered by cesarean section at Wolaita Sodo University Comprehensive Specialized Hospital, Southern Ethiopia: an unmatched case control study. BMC Pregnancy and Childbirth, 22(1), 665. https://doi.org/10.1186/s12884-022-04999-z

Asemota, O., Bryson, L., & Fogel, J. (2020). Neonatal outcomes in obese pregnant women who develop preeclampsia. Pregnancy Hypertension, 21, 191–196. https://doi.org/10.1016/J.PREGHY.2020.05.016

Bakrania, B. A., Spradley, F. T., Drummond, H. A., LaMarca, B., Ryan, M. J., & Granger, J. P. (2020). Preeclampsia: Linking Placental Ischemia with Maternal Endothelial and Vascular Dysfunction. In Comprehensive Physiology (pp. 1315–1349). https://doi.org/https://doi.org/10.1002/cphy.c200008

Creanga, A. A., Catalano, P. M., & Bateman, B. T. (2022). Obesity in Pregnancy. New England Journal of Medicine, 387(3), 248–259. https://doi.org/10.1056/NEJMra1801040

I Gede Wara Nugraha, & Rini Martina Siallagan. (2024). Preeclampsia Risk in Bali, Indonesia: The Role of Maternal Body Mass Index (BMI) and Gestational Weight Gain (GWG). Bioscientia Medicina : Journal of Biomedicine and Translational Research, 9(1), 5923–5935. https://doi.org/10.37275/bsm.v9i1.1164

Martanti, L. E., Sari, S. P., & Ariyanti, I. (2024). Jarak Kehamilan dan Obesitas sebagai Faktor Risiko Preeklamsia pada Kehamilan. HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development), 8(2). https://doi.org/10.15294/higeia/v8i5/76450

POGI. (2016). Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Diagnosis dan Tata Laksana Preeklamsia. https://www.pogi.id/wp-content/uploads/download-manager-files/PNPK%20PreEklampsia%202016.pdf

Pusporini, P., Ilmiah, W. shofa, & Alfitri, R. (2024). Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan Kejadian Pre Eklampsia pada Ibu Hamil di Rumah Sakit Bhayangkara. Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti, 12(02), 164–172. https://doi.org/10.47794/jkhws.v12i02.42

Qomari, S. N., Nikmah, N., & Antina, R. R. (2024). Analisis Luaran Maternal dan Neonatal Berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) Pra Hamil di Bangkalan. Indonesian Journal of Professional Nursing, 5(2), 109–116. https://doi.org/10.30587/ijpn.v5i2.8705

Qomari, S. N., Umiyah, A., & Nikmah, N. (2022). Analisis Korelasi Indeks Massa Tubuh dan Kadar HB pada Ibu Bersalin Pre Eklampsia terhadap Asfiksia Neonatorum. JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan), 6(1), 94–101. https://doi.org/10.33006/ji-kes.v6i1.453

Rahman, M. R., Ngo, N. F., & Wardhana, A. W. (2023). The Relationship of Preeclampsia and Eclampsia, Antepartum Haemorrhage and Anemia Mother with Apgar Score <7 Babies Born in RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda. Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan, 5(2), 156. https://doi.org/10.30872/j.kes.pasmi.kal.v5i2.7680

Rahmawati, F., Akbar, M. I. A., & Atika, A. (2021). Pengaruh IMT Ibu Hamil Preeklampsia dengan Luaran Perinatal. Indonesian Midwifery and Health Sciences Journal, 3(2), 148–159. https://doi.org/10.20473/imhsj.v3i2.2019.148-159

Razaz, N. (2021). From Soranus score to Apgar score. Acta Paediatrica, 110(3), 746–747. https://doi.org/10.1111/apa.15629

Saleh, S. N. H., Asmiati, A., & Akbar, H. (2021). The Relationship Between Hypertension During Pregnancy And The Incidence Of Neonatory Asphysia In Kotamobagu Regional Hospital. Pancasakti Journal Of Public Health Science And Research, 1(1), 75–80. https://doi.org/10.47650/pjphsr.v1i1.211

Setiyanigsih, K. N., Zakiah, Z., Prihatanti, N. R., & Hapisah, H. (2025). Hubungan Preeklamsia Berat Pada Ibu Bersalin Dengan Kejadian BBLR Dan Asfiksia Neonatorum Di RSUD Dr. H Moch Ansari Saleh Banjarmasin Tahun 2023. Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa, 1(8), 1361–1369. https://doi.org/10.59837/jpnmb.v1i8.249

Veri, N., Lajuna, L., Mutiah, C., Halimatussakdiah, H., & Dewita, D. (2024). Preeeklamsia: patofisiologi, diagnosis, skrining, pencegahan dan penatalaksanaan. Femina: Jurnal Ilmiah Kebidanan, 4(1), 283–296. https://doi.org/10.30867/femina.v4i1.588

World Health Organization. (2025, April 4). Pre-eclampsia. World Health Organization. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/pre-eclampsia

Downloads

Published

2026-05-13

Issue

Section

Articles