Peran Pemeriksaan Psikologi pada Kasus Kekerasan Seksual di RSUD Dr. Moewardi Surakarta Tahun 2017 – 2022

Authors

  • Octavia Jihan Ajingga Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia
  • Novianto Adi Nugroho Departemen Forensik dan Medikolegal, Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta,Indonesia
  • Hari Wujoso Departemen Forensik dan Medikolegal, Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta,Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.20961/plexus.v4i1.1058

Keywords:

kekerasan seksual, pemeriksaan psikologi, rekam medis, RSUD Dr. Moewardi

Abstract

Pendahuluan: Kekerasan seksual adalah setiap tindakan untuk memaksa orang lain untuk berhubungan seksual tanpa persetujuannya serta berdampak trauma baik fisik atau pun psikis bagi para korbannya. Berdasarkan kasus kekerasan seksual yang tercatat RSUD Dr. Moewardi tahun 2017 – 2022, kasus yang dilakukan pemeriksaan psikologi paling tinggi berada pada rentang usia remaja awal baik pada laki-laki ataupun perempuan.

Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional. Teknik pengambilan data dengan total sampling menggunakan rekam medis. Sampel adalah semua kasus kekerasan seksual di RSUD Dr. Moewardi Surakarta tahun 2017 – 2022. Data dianalisis dengan pendekatan deskriptif dan dipresentasikan dalam bentuk tabel dan grafik.

Hasil: Didapatkan 75 kasus kekerasan seksual yang tercatat lengkap di RSUD Dr. Moewardi tahun 2017 – 2022. Kasus kerkerasan seksual yang dilakukan pemeriksaan psikologi paling tinggi berada pada rentang usia raja awal, baik pada laki-laki ataupun perempuan, dengan pelaku paling banyak datang dari orang terdekat korban. Kebanyakan korban mengalami satu kali kejadian dan dilakukan pemeriksaan psikologi dengan rawat jalan dari rumah sakit.

Kesimpulan: Pemeriksaan psikologi belum terlalu berperan pada penyelesaian kasus kekerasan seksual. Akan tetapi, dengan dilakukannya pemeriksaan psikologi pada korban dapat menentukan pelayanan kesehatan terapeutik selanjutnya yang dibutuhkan oleh korban kekerasan seksual.

References

Breiding, M. J., Smith, S. G., Basile, K. C., Walters, M. L., Chen, J., & Merrick, M. T. (2014). Prevalence and characteristics of sexual violence, stalking, and intimate partner violence victimization - national intimate partner and sexual violence survey, united states, 2011. MMWR Surveillance Summaries, 63(1), 1–18.

Cuevas, C. A., Sabina, C., & Bell, K. A. (2014). Dating Violence and Interpersonal Victimization Among a National Sample of Latino Youth. Journal of Adolescent Health, 55(4), 564–570. https://doi.org/10.1016/j.jadohealth.2014.04.007

Dahlqvist, H. Z., Landstedt, E., Young, R., & Gadin, K. G. (2016). Dimensions of Peer Sexual Harassment Victimization and Depressive Symptoms in Adolescence : A Longitudinal Cross-Lagged Study in a Swedish Sample. 858–873. https://doi.org/10.1007/s10964-016-0446-x

Fahrudin, A. (2018). Family Characteristics and Social Functioning Associated with Duration and Frequency of Child Sexual Assault. International Journal of Asian Social Science, 8(11), 958–967. https://doi.org/10.18488/journal.1.2018.811.958.967

Handayani, L. (2022). Gambaran Karakteristik Kasus Kekerasan Seksual Yang Diperiksa di RS Bhayangkara TK II Medan. Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.

Jaschek, G., Carter-Pokras, O., He, X., Lee, S., & Canino, G. (2016). Association of child maltreatment and depressive symptoms among Puerto Rican youth. Child Abuse & Neglect, 58, 63–71. https://doi.org/10.1016/j.chiabu.2016.06.016

Keplinger, K., Johnson, S. K., Kirk, J. F., & Barnes, L. Y. (2019). Women at work: Changes in sexual harassment between September 2016 and September 2018. PLoS ONE, 14(7), 1–20. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0218313

Komnas Perempuan. (2019). Korban Bersuara, Data Bicara Sahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual sebagai Wujud Komitmen Negara: Catatan Kekerasan terhadap Perempuan. In Catatan Tahunan Tentang Kekerasan Terhadap Perempuan 2019.

Komnas Perempuan. (2020). Kekerasan Meningkat: Kebijakan Penghapusan Kekerasan Seksual untuk Membangun Ruang Aman bagi Perempuan dan Anak Perempuan. In Catatan Tahunan Tentang Kekerasan Terhadap Perempuan 2020. http://www.akrabjuara.com/index.php/akrabjuara/article/view/919

Komnas Perempuan. (2022). Bayang-bayang Stagnansi: Daya Pencegahan dan Penanganan Berbanding Peningkatan Jumlah, Ragam, dan Kompleksitas Kekerasan Berbasis Gender terhadap Perempuan. In Catatan Tahunan Tentang Kekerasan Terhadap Perempuan 2022.

Komnas Perempuan. (2023). Kekerasan terhadap Perempuan di Ranah Publik dan Negara: Minimnya Perlindungan dan Pemulihan. In Catatan Tahunan Komnas Perempuan Tahun 2022. https://komnasperempuan.go.id/siaran-pers-detail/catahu-2020-komnas-perempuan-lembar-fakta-dan-poin-kunci-5-maret-2021

Latjengke, A. P., Tomuka, D., & Kristanto, E. G. (2020). Gambaran Kasus Kejahatan Kekerasan Seksual di RS Bhayangkara Tingkat III Manado Periode Januari 2017-Desember 2019. E-CliniC, 8(2), 222–228. https://doi.org/10.35790/ecl.v8i2.30181

Manning, S., & Rattray-Te Mana, H. (2022). Health and Justice: Experiences of the forensic medical examination after sexual assault. Forensic Science International: Reports, 6(November), 100297. https://doi.org/10.1016/j.fsir.2022.100297

Mileva, B., Goshev, M., & Alexandrov, A. (2020). CRIMES AGAINST CHILDREN : SEXUAL VIOLENCE. Science & Research, IV(2), 42–48. https://www.researchgate.net/publication/347948567_CRIMES_AGAINST_CHILDREN_SEXUAL_VIOLENCE

WHO. (2021). Violence against women. World Health Organization. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/violence-against-women

Downloads

Published

2025-04-10

Issue

Section

Articles