NARASI, FRAMING, DAN GAYA KOMUNIKASI POLITIK PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS (MBG) OLEH PRABOWO-GIBRAN PADA PEMILIHAN PRESIDEN INDONESIA 2024
Kata Kunci:
Komunikasi Politik, Pemilihan Umum Presiden, Makan Bergizi Gratis (MBG), Analisis FramingAbstrak
Penelitian ini menganalisis gaya komunikasi politik Prabowo-Gibran pada masa kampanye dalam konteks program Makan Bergizi Gratis (MBG) menggunakan metode analisis framing Robert M. Entman dan studi literatur. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi pemberitaan media online, yang kemudian dianalisis untuk memahami bagaimana media membingkai narasi kampanye mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Prabowo dan Gibran menggunakan komunikasi politik dengan membangun citra pro-rakyat melalui media digital dan keterlibatan langsung. Prabowo menonjolkan janji subsidi besar untuk menciptakan kesan pemimpin yang berpihak pada rakyat kecil, sementara Gibran menampilkan diri sebagai pemimpin muda yang aktif dengan melibatkan UMKM dan pesantren dalam program MBG. Pendekatan ini berhasil menarik perhatian publik, tetapi menimbulkan skeptisisme terkait pendanaan dan keberlanjutan program. Temuan ini mengindikasikan bahwa efektivitas gaya komunikasi politik mereka tidak hanya bergantung pada narasi kampanye, tetapi juga pada implementasi kebijakan yang dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan mereka.