ANALISIS POTENSI PENDUDUK KOTA SURAKARTA
DOI:
https://doi.org/10.20961/evokasi.v4i1.2223Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi penduduk sebagai indikator perkembangan wilayah di Kota Surakarta menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data yang digunakan meliputi jumlah penduduk, jarak antar kecamatan, serta pola distribusi spasialnya. Perhitungan potensi penduduk dilakukan dengan rumus matematis, diikuti dengan analisis persentase potensi penduduk guna menentukan daerah prioritas pembangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan Laweyan memiliki potensi penduduk tertinggi (100%), diikuti oleh Serengan (75%) dan Pasar Kliwon (34%). Kecamatan dengan potensi penduduk tinggi cenderung memiliki tingkat interaksi yang lebih besar serta aksesibilitas yang lebih baik, sehingga menjadi pusat aktivitas sosial dan ekonomi. Sebaliknya, kecamatan dengan potensi penduduk lebih rendah, seperti Jebres (26%) dan Banjarsari (29%), lebih cocok untuk pengembangan sektor yang memerlukan lahan luas, seperti pertanian. Peta kontur potensi penduduk menunjukkan bahwa daerah dengan garis kontur rapat memiliki tingkat interaksi yang lebih tinggi, menjadikannya prioritas utama dalam perencanaan pembangunan sektor jasa, industri, dan perdagangan. Penelitian ini menegaskan bahwa analisis potensi penduduk dapat menjadi dasar strategis dalam menentukan lokasi fasilitas umum, infrastruktur, dan sektor ekonomi yang sesuai, guna mendukung pembangunan berkelanjutan dan pemerataan pertumbuhan wilayah.
References
Amelia, Siska. 2022. Karakteristik dan Tipologi Wilayah: Teori dan Aplikasi. Sleman:
Deepublish Digital.
Aqli, Wafirul. 2010. Analisa Sistem Informasi Geografis untuk Perencanaan Ruang Kawasan. Jurnal Ilmiah Penelitian LPPM Universitas Muhammadiyah Jakarta, INERSIA, Vol.VI No. 2
Beti Setyorini. Analisis Kepadatan Penduduk dan Proyeksi Kebutuhan Permukiman Kecamatan Depok Sleman Tahun 2010-2015. Universitas Muhammadiyah Surakarta.Tesis
Bintarto, R., & Hadisumarno, S. (1979). Metode Analisa Geografi. Jakarta: Lembaga Penelitian,
Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES).
BPS Kota Semarang. (2021). Kota Semarang Dalam Angka. Kota Semarang: Badan Pusat Statistik.
Dewi Handayani U.N, R.Soelistijadi dan Sunardi. 2005. Pemanfaatan Analisis Spasial untuk Pengolahan Data Spasial Sistem Informasi Geografi. Jurnal Teknologi Informasi DINAMIK Volume X, No.2 Mei 2005 : 108
Liu, Y., Wang, S., & Xie, B. (2019). Evaluating The Effects of Public Transport Fare Policy
Change Together With Built and Non-Built Environment Features on Ridership: The Case in South East Queensland, Australia. Transport Policy, 76, 78-89. Doi: https://doi.org/10.1016/j.tranpol.2019.02. 004
Muta’ali, Lutfi, 2015. Teknik Analisis Regional Untuk Perencanaan Wilayah Tata Ruang
dan Lingkungan. Yogyakarta: Badan Penerbit Fakultas Geografi (BPFG).
Pigawati. 2023. Model Potensi Penduduk Kota Metropolitan Semarang. Jurnal Pengembangan Kota (2023) Volume 11 No. 1 (15–25) DOI: 10.14710/jpk.11.1.15-25
Pigawati, B., Yuliastuti, N., & Mardiansjah, F. H. (2019). Settlements Growth and
Development in Semarang City Centre Area, Indonesia. Journal of Settlements & Spatial Planning, 10.24193/JSSP.2019.2.03
Rohani. (2016). Analisis Potensi Penduduk Menggunakan Model Gravitasi di Kota
Medan. Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu sosial, 8(2), 147-155. Doi: https://doi.org/10.24114/jupiis.v8i2.5160
Sugiyanto. 2010. Penelitian pengembangan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di
Kabupaten Lamandau. Surabaya: Fakultas Ekonomi, Universitas Dr. Soetomo.
Yunus, Hadi Sabari. 2010. Metodologi Penelitian Wilayah Kontemporer. Pustaka Pelajar: Jogjakarta
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 EVOKASI: Jurnal Kajian Administrasi dan Sosial Terapan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
