PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN MATΕΜΑΤΙΚΑ DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL BAGI ANAK SLOW LEARNER DI SDN PAJANG I SURAKARTA (SEKOLAH INKLUSI)
Kata Kunci:
kualitas pembelajaran Matematika, media audio visual siswa slow learnerAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika menggunakan media audio visual bagi anak slow learner di SDN Paling Surakarta (Sekolah Inklusi). Pendekatan penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yaitu penelitian yang dilakukan oleh guru di kelas tempat mengajar, dengan penekanan pada penyempurnaan atau peningkatan praktik dan proses dalam pembelajaran Matematika. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa slow leaner kelas II SDN Pajang- Surakarta yang berjumlah 8 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi untuk mengamati aktivitas guru dan aktivitas siswa dalam pembelajaran Matematika materi penjumlahan bilangan sampai 100 dengan menggunakan media audio visual, dokumentasi untuk memperoleh data kemampuan awal hasil belajar Matematika, sedangkan tes digunakan untuk memperoleh data hasil belajar Matematika pada siklus I dan II. Teknik analisis data digunakan analisis deskriptif komparatif, yakni dengan membandingkan hasil belajar Matematika antarsiklus, yang dianalisis adalah Hasil belajar sebelum menggunakan media audio visual dan hasil belajar setelah menggunakan media audio visual sebanyak dua siklus. Hasil penelitian diketahui data awal nilal penjumlahan bilangan sampal 100, diketahui nilai rata-rata sebesar 55,00. Terdapat 5 siswa mendapat nilai kurang dari 60 atau lebih belum tuntas belajarnya dan hanya 3 siswa yang mendapat nilal 60 atau lebih. Ketuntasan secara klasikal mencapai 37,50%. Hasi tes pada siklus 1, diketahui rata-rata nilal penjumlahan bilangan sampai 100 sebesar 60,00, terdapat 5 siswa mendapat nilai 60 atau lebih (tuntas belajarnya) dan 3 siswa yang belum tuntas, karena nilainya masih di bawah 60,00. Ketuntasan secara klasikal telah mencapai 62.50%. Hasil tes pada siklus II, diketahui rata-rata nilai penjumlahan bilangan sampai 100 sebesar 66,25, seluruh siswa siswa mendapat nilai 60 atau lebih (tuntas belajarnya). Ketuntasan secara klasikal telah mencapai 100%.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunatan media audio visual dapat meningkatkan kualitas pembelajaran matematika pada siswa slow learner kelas II SDN Pajang I Surakarta (Sekolah Inklusi).
