Pembelajaran Jarak Jauh dan Migrasi Digital di Era New Normal
Kata Kunci:
pembelajaran jarak jauh, migrasi digital, era new normalAbstrak
Proses pembelajaran pada prinsipnya harus terjangkau oleh semua peserta didik (education for all). Namun saat pembelajaran diharuskan berproses secara daring, maka muncul persoalan bagi para peserta didik dari kalangan ekonomi yang kurang beruntung yang mayoritas berdomisili di pedesaan. Mereka tidak dapat menyediakan perangkat pembelajaran daring yang dibutuhkan, semisal laptop, smartphone (HP), dan kuota data. Mereka masih disibukkan untuk memikirkan apa yang akan mereka konsumsi di hari ini dan hari esok. Pendidik dan peserta didik hendaknya melakukan pembelajaran model blended learning secara proporsional dan kondisional. Peserta didik yang hanya mampu belajar secara offline, maka ada baiknya pendidik melakukan tatap muka secara terjadwal, bertahap, dan kondisional sesuai kemampuan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Pendidik harus tetap mengondisikan terjadinya pembelajaran dan peserta didik harus tetap belajar sesuai kemampuan, kondisi dan situasi yang ada. Penerapan pendidikan jarak jauh secara mendasar masih mengalami beberapa kendala yang disebabkan oleh: 1) Belum siapnya sumber daya manusia yang melaksanakan konsep pendidikan jarak jauh; 2) Regulasi dan pengaturan sistem pendidikan yang tidak baku dalam penetapan capaian pendidikan disebabkan oleh implementasi KKNI sebagai dasar hukum belum sepenuhnya diterapkan; 3) Secara mendasar nilai pendidikan jarak jauh dapat ekonomis dan efektif serta efisien apabila semua pihak saling mendukung dan memberikan layanan untuk pembangunan sistem pendidikan yang murah dan membangun sikap karakter sesuai dengan kearifan lokal, hal ini searah dengan program pendidikan berkelanjutan yang dilaksanakan.
