PENGEMBANGAN MANAJEMEN KEPENDIDIKAN DI ERA DISRUPSI
Kata Kunci:
distruption, kapasitas sekolah, mindset SDMAbstrak
Era distruption saat ini telah membawa perubahan besar dalam berbagai kehidupan masyarakat, inovasi dan kreatifitas berbasis daring dari generasi millennial membawa ketidakstabilan bagi para incumbent dalam dunia usaha. Retailer berbasis online telah menggerus konsumen pasar swalayan. Perkembangan teknologi telah menghasilkan produk berkualitas dengan cost yang lebih effisien. Fenomena disruption dalam bentuk perkembangan teknologi telah berdampak pada komponen internal dan eksternal dunia pendidikan. Generasi millennials membentuk disruption society yang menuntut pengelola sekolah dan guru untuk proaktif merespon perubahan. Perubahan revolusioner yang diakibatkan lompatan teknologi telah mendistrupsi zona aman dunia pendidikan. Institusi pendidikan seolah tidak berdaya menghadapi berbagai perubahan eksternal, yang disebabkan keterbatasan penguasaan teknologi dan sulitnya merubah mindset tenaga kependidikan, guru dan kepala sekolah, terbatasnya fasilitas berbasis daring serta keterbatasan jejaring sekolah yang dapat memberikan kontribusi progresif, menjadi hambatan utama dunia pendidikan mengikuti perkembangan teknologi. Memasuki era disruption Institusi pendidikan (sekolah) harus memperkuat dan mengembangkan kapasitas institusi, utamanya dimensi SDM, dimensi modal (dimensi fisik) yang menyangkut fasilitas, peralatan administrasi dan pembelajaran berbasis daring, serta dimensi teknologi dalam sistem informasi manajemen.
