The Role of Educators in Character Education for Students with Learning Disabilities Who Are in Conflict with the Law at the Yogyakarta Class II LPKA
Keywords:
Pendidikan karakter, peserta didik tunalaras, LPKA, peran tenaga pendidik, strategi pembelajaranAbstract
Character education for emotionally disturbed students (peserta didik tunalaras) in conflict with the law at the Special Child Development Institution (LPKA) Class II Yogyakarta is an essential part of the social rehabilitation process. This study aims to analyze the role of educators in supporting character education for these students, the strategies applied in managing learning, and the challenges faced. This research employs a qualitative phenomenological approach with data collection techniques including interviews, observations, and document studies. The results show that educators at LPKA play roles as academic learning facilitators, character mentors, and psychosocial motivators. The strategies implemented include contextual learning, integration of psychosocial approaches, curriculum adaptation, and adjustments based on students' backgrounds. However, the educational process still faces challenges such as limited human resources, low learning motivation among students, background disparities, inadequate learning facilities, and inconsistent collaboration with external parties. These findings indicate the need to strengthen educators' competencies, improve learning facilities, and enhance cross-sector collaboration to support the success of character education at LPKA.
References
Website:
Anak Masih Berpotensi Masuk Rumah Tahanan. (2016). Diperoleh 11 September 2024, dari https://icjr.or.id/anak-masih-berpotensi-masuk-rumah-tahanan/
Eka, & Putra. (2024). Kemendikdasmen luncurkan program “Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” sebagai langkah penguatan karakter utama bangsa. Guru Inovatif. https://guruinovatif.id/artikel/kemendikdasmen-luncurkan-program-gerakan-7-kebiasaan-anak-indonesia-hebat-sebagai-langkah-penguatan-karakter-utama-bangsa
Peraturan:
Indonesia. (2003). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Pemerintah Republik Indonesia.
Indonesia. (2019). Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2019 tentang Peraturan Pelaksanaan Sistem Peradilan Pidana Anak. Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 1101. Kementerian Sekretariat Negara.
Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia. (2015). Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 18 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pembinaan Khusus Anak. Jakarta: Kementerian Hukum dan HAM.
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. (2014). Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor M.HH-03.OT.02.02 Tahun 2014 tentang Pedoman Perlakuan Anak di Balai Pemasyarakatan, LPAS, dan LPKA. Jakarta: Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI.
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. (2019). Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 18 Tahun 2019 tentang Peraturan Tata Tertib Lapas dan Rutan. Jakarta: Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (2024). Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Pemerintah Republik Indonesia. (1999). Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pembinaan dan Pembimbingan Warga Binaan Pemasyarakatan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 68. Jakarta: Kementerian Sekretariat Negara.
Pemerintah Republik Indonesia. (2021). Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2021 tentang Perlindungan Khusus bagi Anak. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 284.
Pemerintah Republik Indonesia. (2022). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2022 Nomor 120.
Republik Indonesia. (2012). Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Jakarta: Sekretariat Negara.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan. (1995). Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 77. Jakarta: Kementerian Sekretariat Negara.
Buku:
Atmaja, J. R. (2019). Pendidikan dan bimbingan anak berkebutuhan khusus (Cet. 2). PT Remaja Rosdakarya.
Fadli, A. (2024). Pendidikan anak tunalaras. Relasi Inti Media.
Hadi, C., & Putra, P. H. (2023). Konsep dan Teori Pendidikan Karakter. Adab.
Herdiansyah, H. (2015). Metodologi penelitian kualitatif untuk ilmu psikologi. Salemba Humanika. Jakarta.
Keen, A. (2018). Lebih dekat dengan anak tunalaras. AR Ruzz Media.
Maunah, B. (2022). Pendidikan karakter: Mendidik moral anak bangsa berbasis interaksi sosial dan lingkungan. Madani.
Nurzannah, N., Pahriah, P., Siti Aisyah Hanim, S., dkk. (2023). Pendidikan karakter. Nuta Media.
Sembiring, E. H., Siahaan, L. T., Rahmadiansyah, R., A. D., O. S., & Meir, D. G. (2015). Buku saku 3, hak-hak anak saat berhadapan dengan hukum (Cetakan ke-3). Lembaga Bantuan Hukum Jakarta.
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kualitatif (Edisi ke-3). Alfabeta.
Sugiyono. (2023). Metode Penelitian Pendidikan (Edisi ke-3). Alfabeta.
Syaifudin, A. (2023). Pendidikan karakter berbasis kearifan lokal budaya bangsa: Konsep dan pengelolaannya di dunia pendidikan. Indocamp.
Wardani. (2013). Pengantar Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus. Tangerang Selatan: Universitas Terbuka.
Jurnal:
Afifah, F. N., Rianto, E. I., Faida, F., & Suparmi. (2024). Self-regulation emosi pada anak tunalaras di sekolah. Judikhu: Jurnal Pendidikan Khusus, 3(2), 197-210. https://ejurnal.universitaskarimun.ac.id/index.php/JUDIKHU/index
Agustina, S., Salma, H., & Rifki, M. (2022). Karakteristik dan Model Bimbingan Pendidikan Islam ABK Tuna Laras. Tsaqofah: Jurnal Penelitian Guru Indonesia, 2(1), 161-175. http://dx.doi.org/10.58578/tsaqofah.v2i1.277
Ajiwijaya, B. (2024). Pemenuhan Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan Anak Binaan Untuk Mereduksi Potensi Residivis Anak di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Kutoarjo. Jurnal Kajian Hukum Dan Sosial (JKHS), 1(1), 83-108. https://doi.org/10.20884/1.jkhs.2024.1.1.13709
Amalia, R., Joni, J., & Nur Sa’idah, A. Y. (2023). Seminar BABK Mengenal Anak Tunalaras dan Penanganannya. Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan Dan Teknologi Masyarakat, 1(2), 90–94. https://doi.org/10.31004/dedikasi.v1i2.23
Argita, A., Gunawan, C., Risnawati, R., Syahrini, S., Nasir, N., & Lanontji, M. (2021). Manajemen Pembelajaran: Program Belajar Anak Binaan di Lapas Anak Kota Kendari. Journal of Education and Teaching (JET), 2(2), 121–128. https://doi.org/10.51454/jet.v2i2.113
Atianzar, M. B. (2022). Intervention Programs for Child-In-Conflict with The Law (CICL): The Challenges Encountered with Its Implementation. Educational Research International, 11(1). http://www.ajssal.com/AJSSAL_Vol.%203,%20No.%203,%20April%202016/INTERVENTION.pdf
Chande, V. S., & Prasad, M. (2023). Rehabilitation of children in conflict with law: A reformative approach. International Journal of Law Management & Humanities, 6(2), 2549-2559. https://doij.org/10.10000/IJLMH.114739
Daulay, N. A., Mayanjani, T., Wulandari, S., & Darmayanti, N. (2023). Pentingnya Mengenali Karakteristik Anak Berkebutuhan Khusus Tuna Laras. Innovative: Journal of Social Science Research, 3(3), 3652-3658. https://j-innovative.org/index.php/Innovative
Davies, S. G., & Robson, J. (2016). Juvenile (in) justice: children in conflict with the law in Indonesia. Asia-Pacific Journal on Human Rights and the Law, 17(1), 119-147.
Diah Yulianingsih, Ma’rif Hidayat, & Fatih Azza Nabila. (2022). Penanaman Nilai–Nilai Islami bagi Anak Berkebutuhan Khusus Tuna Laras. ULIL ALBAB: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(2), 108–114. https://ulilalbabinstitute.id/index.php/JIM/article/view/37
Didik Himmawan, Syaefulloh, Sofyan Sauri, & Azi Khoirurrahman. (2023). Peran tenaga pendidik dalam transformasi pendidikan menuju generasi emas Indonesia. Manajia: Journal of Education and Management, 1(1), 20–30. https://doi.org/10.58355/manajia.v1i1.3
Fatkhurrokhim, M. M., & Biafri, V. S. (2022). Analisis Kebutuhan Program Pembinaan Bagi Anak Tindak Pidana “Klitih” di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Yogyakarta. Jurnal Pendidikan Dan Konseling (JPDK), 4(6), 3323–3336. https://doi.org/10.31004/jpdk.v4i6.8724
Ferawati, F., & Rahmandani, A. (2020). Hubungan antara pemaafan diri dengan regulasi emosi pada anak didik LPKA Kelas I Kutoarjo dan Kelas II Yogyakarta. Jurnal EMPATI, 8(3), 572-578. https://doi.org/10.14710/empati.2019.26498
Fronika, D., Listari, A. P., Olivia, D., Yulistina, M., & Asvio, N. (2023). Penanaman Nilai-Nilai Islami bagi Anak Berkebutuhan Khusus Tuna Laras. GHAITSA: Islamic Education Journal, 4(2), 339-346. https://doi.org/10.62159/ghaitsa.v4i2.856
Geri Maulana Fahreza. (2024). PEMBINAAN AGAMA SEBAGAI STRATEGI PENURUNAN KECEMASAN PADA ANAK BINAAN PEMASYARAKATAN LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK KELAS I TANGERANG. Liberosis: Jurnal Psikologi Dan Bimbingan Konseling, 6(3), 41–50. https://doi.org/10.3287/liberosis.v6i3.6225
Gilang Kresnanda Annas. (2022). Model pembinaan anak pelaku tindak pidana kejahatan jalanan (Klitih) di LPKA Kelas II A Yogyakarta. El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama, 10(02), 96-113. https://doi.org/10.35888/el-wasathiya.v10i02.5097
Hanestya, Z. A. (2021). Peran guru dalam proses pendidikan anak didik pemasyarakatan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA). NUSANTARA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 8(1), 221-227. http://dx.doi.org/10.31604/jips.v8i1.2021.221-227
Hawa, A. P. (2023). Program pemberdayaan anak di LPKA Klas II Gunung Kidul, Yogyakarta. Lifelong Education Journal, 1(2), 107–117. https://doi.org/10.59935/lej.v1i2.25
Indiarto, T. B. (2023). Peran dan tantangan tenaga pendidik dalam pembelajaran di era digital. Proceedings Series of Educational Studies, 413–424. http://conference.um.ac.id/index.php/pses/article/view/7909
Meilanda, A. Y. (2020). Bahaya labeling negatif terhadap pembentukan konsep diri pada anak tunalaras dengan tipe gangguan perilaku (conduct disorder) dalam perspektif konseling lintas budaya. Jurnal Bimbingan dan Konseling Borneo, 2(1), 1–9. https://doi.org/10.35334/jbkb.v2i1.1466
Moranita, E., & Huda, M. J. N. (2019). The dynamics of adolescent self-concept in LPKA Wonosari Yogyakarta. Jurnal Psikologi Integratif, 7(2), 104–121. https://doi.org/10.14421/jpsi.v7i2.1828
Murniyanto, M., & Andesta, A. (2024). Analisis peran tenaga pendidik dan kependidikan dalam penerapan kurikulum merdeka. Jurnal Literasiologi, 12(2). https://doi.org/10.47783/literasiologi.v12i2.774
Prasrihamni, M., Supena, A., & Intika, T. (2022). Gambaran psikologis anak tunalaras. Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus, 6(1), 99–107. https://doi.org/10.24036/jpkk.v6i1.620
Putri, W. S., & Setiani, D. F. (2023). Pendidikan karakter anak berkebutuhan khusus pada anak tunalaras. JPE (Journal of Primary Education), 3(2), 23–34. https://doi.org/10.29300/jpe.v3i2.7083
Rahmawati, A. P., & Sutrisno, H. (2023). Faktor penyebab anak berhadapan dengan hukum: Studi di LPKA Kelas I Kutoarjo. Jurnal Hukum dan Kriminologi, 5(2), 89-102. https://doi.org/10.31599/jhk.v5i2.1207
Rahayu, S., & Nugroho, A. P. (2022). Implementasi pendekatan restorative justice dalam pembinaan anak pelaku tindak pidana. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 6(1), 45-60. https://doi.org/10.33474/jish.v6i1.9054
Ramadhani, L. P., & Kusuma, D. R. (2021). Peran tenaga pendidik dalam membangun karakter anak tunalaras di lingkungan sekolah inklusi. Jurnal Pendidikan Khusus, 9(2), 150-163. https://doi.org/10.21009/jpk.092.08
Rachmanto, I. A. ., & Anwar, U. (2022). Faktor Penahanan Anak Yang Berhadapan dengan Hukum (ABH) di LPKA Kelas II Yogyakarta. Jurnal Pendidikan Dan Konseling (JPDK), 4(3), 47–55. https://doi.org/10.31004/jpdk.v4i3.4239
Rizky, A., & Wibowo, F. (2023). Evaluasi program rehabilitasi sosial bagi anak berhadapan dengan hukum di LPKA Kelas I Kutoarjo. Jurnal Kriminologi Indonesia, 8(1), 70-85. https://doi.org/10.15294/jki.v8i1.9853
Rohimah, M. F., & Syahrial, A. (2022). Penguatan karakter religius bagi anak tunalaras dalam pembelajaran berbasis nilai-nilai keislaman. Jurnal Pendidikan Islam, 4(2), 210-223. https://doi.org/10.24252/jpi.v4i2.773
Salsabila, H., & Ardiansyah, R. (2023). Studi kasus: Pola asuh orang tua terhadap anak dengan gangguan perilaku sosial. Jurnal Psikologi Anak dan Remaja, 3(1), 33-48. https://doi.org/10.32699/jpar.v3i1.604
Saputri, D. A., & Prasetyo, H. (2023). Model intervensi psikososial bagi anak berhadapan dengan hukum di LPKA. Jurnal Konseling dan Psikoterapi, 2(2), 112-126. https://doi.org/10.25077/jkp.v2i2.820
Setiawan, A., & Lestari, P. (2022). Tantangan dan strategi pendidik dalam menangani anak tunalaras di sekolah inklusi. Jurnal Pendidikan Luar Biasa, 7(1), 98-112. https://doi.org/10.21009/jplb.071.09
Siregar, F. D., & Anwar, M. T. (2023). Peran psikolog dalam asesmen dan intervensi anak tunalaras. Jurnal Psikologi Klinis, 5(2), 178-192. https://doi.org/10.29103/jpk.v5i2.708
Subroto, M., & Alfendo, R. (2024). Peran LPKA dalam Menjaga Self-Efficacy Anak Binaan yang Berguna untuk Orientasi Masa Depan. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(3), 40223–40229. Retrieved from https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/19863
Sudarmaji, B., & Fitria, L. (2023). Pendidikan karakter berbasis budaya lokal bagi anak tunalaras. Jurnal Pendidikan Multikultural, 4(1), 55-68. https://doi.org/10.21070/jpm.v4i1.901
Suharyanto, R., & Yuniarti, S. (2023). Efektivitas metode terapi bermain dalam menangani perilaku agresif anak tunalaras. Jurnal Terapi Perilaku, 2(1), 20-35. https://doi.org/10.25077/jtp.v2i1.715
Sulhanuddin, S., Arjanggi, R., & Syafitri, D. U. (2020). Hubungan Antara Self Compassion Dengan Penyesuaian Diri Pada Anak Binaan Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kutoarjo Dan Yogyakarta. Proyeksi, 15(2), 192-201. https://jurnal.unissula.ac.id/index.php/proyeksi/article/view/11868/4532
Susanto, S. (2022). Optimalisasi Pemenuhan Hak Pendidikan Anak di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA). Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 22(1), 517-521. http://dx.doi.org/10.33087/jiubj.v22i1.2164
Syafitri, M., & Widodo, T. (2022). Model pendidikan karakter bagi anak berhadapan dengan hukum di LPKA. Jurnal Pendidikan Karakter, 10(2), 97-113. https://doi.org/10.21831/jpk.v10i2.802
Tampubolon, E., & Prihanto, J. (2023). PEMBINAAN MENTAL SPIRITUAL KRISTEN WARGA BINAAN DI LAPAS KELAS IIA CIKARANG. Jurnal PKM Setiadharma, 4(1), 69–79. https://doi.org/10.47457/jps.v4i1.357
Widya Islami, D. N., & Isnawan, F. (2024). Analyzing the Rights of Fostered Children at LPKA Class II Yogyakarta. Justitia Jurnal Hukum, 8(1). https://doi.org/10.30651/justitia.v8i1.21928
Wiwik, A. (2022). Pembinaan Keagamaan Dalam Peningkatan Kesadaran Beragama Warga Binaan Lapas Perempuan Dan Anak Kelas II Tenggarong. Universitas Kutai Kurtanegara, 1, 1-9. https://ejurnal.unikarta.ac.id/index.php/jpm/article/view/1031
Ziko, M. D., & Subroto, M. (2022). Optimalisasi Kegiatan Pendidikan Sebagai Pemenuhan Hak Anak di LPKA Klas II Tanjung Pati. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha, 10(2), 124-131. https://doi.org/10.23887/jpku.v10i2.46817
Lainnya:
Sahputra, F., Amanda, P. K., Robby, M. B., Wandasari, W., Fitriani, I., & Pambudhi, H. D. (2023). Mewujudkan keadilan yang memulihkan untuk anak yang berhadapan dengan hukum: Kertas kebijakan untuk memperkuat program rehabilitasi ABH di Lembaga Pembinaan Khusus Anak dan Lembaga Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial. Pusat Kajian dan Advokasi Perlindungan dan Kualitas Hidup Anak Universitas Indonesia (PUSKAPA) dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). https://puskapa.org/blog/publikasi/6301/



