PEMBELAJARAN DENGAN PETA KONSEP DAN ASSESMEN FOR LEARNING: UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN MENURUT POLATTSEK DAN SIKAP POSITIF TERHADAP ΜΑΤΕΜΑΤΙΚΑ MATERI TRIGONOMETRI
Kata Kunci:
Polattsek, Assesment for Learning, Peta Konsep, TrigonometriAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemahaman matematika mahasiswa berdasar teori Polattsek mada materi trigonometri dengan menggunakan pembelajaran peta konsep dan Assesmen For Learning. Materi trigonometri meminta pebelajar untuk memanipulasi beberapa teknik maupun konsep matematika secara bersamaan. Kesulitan mahasiswa membuat koneksi saat penyelesaian masalah trigonometri inilah yang menjadi pemikiran peneliti. Kemampuan pemahaman Polattsek yang didasarkan pada 2 jenis kemampuan, yakni kemampuan komputasional dan fungsional adalah kompetensi yang harus dimiliki mahasiswa dalam belajar trigonometri. Selain kemampuan pemahaman, sikap positif terhadap matematika juga menjadi salah satu faktor afektif penting bagi keberhasilan seseorang dalam belajar matematika. Dan sikap positif terhadap matematika merupakan salah satu tujuan dalam pembelajaran matematika yang ditetapkan oleh NCTM. begitupun dalam standar nasional pendidikan di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang mampu memberikan informasi tentang perubahan maupun peningkatan yang disebabkan oleh suatu tindakan. Adapun subyek penelitian tersebut adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika PMIPA FKIP UNS tahun ajar 2014/2015 peserta mata kuliah Kapita Serlekta 2. Sedangkan untuk teknik pengumpulan data digunakan teknik tes dan observasi, yang dikembangkan dengan divalidasi oleh professional judgment. Penggunaan pembelajaran mata kuliah Kapita Selekta dengan peta konsep dan AfL. ternyata mampu meningkatkan pembentukan sikap positif terhadap matematika mahasiswa. Hal ini pun tampak dari data hasil kemampuan pemahaman mahasiswa yang didesain untuk melihat kemampuan pemahaman berdasar teon Polattsek, ternyata mengalami peningkatan yang sangat baik. Prosentase skor capaian hasil tes kemampuan pemahaman yang semula pada siklus 1 sebesar 75.5%, namun pada pada siklus 2 prosentase capaian skor tes kemampuan pemahaman matematika menjadi 72,7%. Meski menurun tetapi masih dalam kategori tinggi. Sedangkan rerata prosentase pembentukan sikap positif terhadap matematika juga menunjukkan peningkatan dari saat pra siklus (41%), siklus 1 yang masih dalam kategori sedang (60.8%) menjadi kategori tinggi saat siklus 2 (82.4%)
