Karakteristik Tanah Longsor dan Perilaku Adaptasi Masyarakat Terhadap Ketahanan Wilayah di Desa Waimatan Kecamatan Ile Ape Timur

Authors

  • Jenni Tukan Universitas Nusa Cendana
  • Sunimbar Universitas Nusa Cendana
  • Ahmad hamado Universitas Nusa Cendana

DOI:

https://doi.org/10.20961/ijed.v5i1.2959

Keywords:

Community Adaptation; East Ile Ape; Landslide; Regional Resilience; Waimatan Village

Abstract

Landslide Characteristics and Community Adaptation Behavior Towards Regional Resilience in Waimatan Village, Ile Ape Timur District

Landslides and community adaptation behavior in relation to regional resilience represent critical challenges in rural areas, including Waimatan Village, East Ile Ape District, Lembata Regency, Indonesia. This study aims to provide a comprehensive understanding of the geophysical and social factors influencing vulnerability levels and community adaptive capacity to landslide hazards. Specifically, the study focuses on: (1) identifying landslide characteristics that affect regional resilience in Waimatan Village, and (2) analyzing community adaptation behaviors in responding to landslide disasters. A qualitative approach with a case study design was employed. Data were collected through field observations, in-depth interviews with village authorities, community members, and the Regional Disaster Management Agency (BPBD), and photo documentation. The findings reveal that landslides in Waimatan Village are predominantly classified as debris flows and translational slides, occurring on slopes of 35°–45° with sandy clay soils that are highly susceptible to water saturation, primarily triggered by intense rainfall exceeding 150 mm/day. The study concludes that regional resilience can be strengthened through disaster-based spatial planning supported by landslide susceptibility maps, the construction of retaining structures and terracing, reforestation initiatives, and continuous community preparedness and capacity-building programs.

References

Badan Nasional Penanggulangan Bencana[BNPB]. 2016a. 2,342 Kejadian Bencana Selama 2016, Rekor Baru. https://www.bnpb.go.id/home/detail/3233/2.342-Kejadian-Bencana-Selama-2016,-Rekor-Baru-.

Dewi, R. 2020. “Peran kearifan lokal dalam pengurangan risiko bencana di komunitas adat.” Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora 9 (2): 145–158.

Ernasari, & Larasati, D. A. (2020). Strategi Adaptasi Masyarakat Terdampak Bencana Gerakan Tanah Di Desa Terbis Kecamatan Panggul Kabupaten Trenggalek. Swara Bhumi, 1(1).

Hutomo, H. S., & Maryono, M. (2016). Studi Pengaruh Jenis Tanah Terhadap Kerentanan Gerakan Tanah di Daerah Rawan Longsor. Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan, 18(2), 85–94.

Nurdiani, Tri. 2017. “Strategi Adaptasi Masyarakat Dalam Menghadapi Bencana Tanah Longsor Di Desa Watugajah, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.” Skripsi Fakultas Iilmu Sosial 5(1): 1–8.

Nurveni. 2023. “Analisis Tingkat Kerawanan Tanah Longsor Dengan Menggunakan Metode Frekuensi Rasio Di Daerah Aaliran Sungai Takalasi.” Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin 26.

Pasla, Feliks Ricardo, Oktovian B. A Sompie, dan Steeva G Rondonuwu. 2022. “Kajian gerakan tanah dan penanggulangannya pada ruas jalan Worotican - Poopo - Sinisir Provinsi Sulawesi Utara.” Ilmiah media engineering 12(1): 1–18.

Rahmi, A. (2012). Pengaruh Curah Hujan terhadap Terjadinya Tanah Longsor di Kabupaten Agam. Jurnal Meteorologi dan Geofisika, 13(1), 23–30.

Ramadhani, R., & Idajati, H. (2017). Faktor Penyebab Utama Longsor di Kawasan Perkotaan dan Perdesaan. Jurnal Planesa, 2(1), 55–63.

Rayinda, Ayudya, dan Abdur Rofi. 2016. “Strategi Adaptasi Masyarakat Dalam Menghadapi Bencana Tanah Longsor Di Desa Sampang Kecamatan Karangkobar Kabupaten Banjarnegara.” Jurnal Bumi Indonesia 15(1): 165–75.

Sitepu, S., Selintung, M., & Harianto, T. (2017). Analisis Pengaruh Penggunaan Lahan dan Kemiringan Lereng terhadap Potensi Longsor di Daerah Perbukitan. Jurnal Teknik Sipil, 19(1), 40–48.

Sunimbar, S., & Angin, I. S. (2021). Analisis Geomorfologi Kejadian Longsor Di Kecamatan Wolotolo Kabupaten Ende. Jurnal Geografi, 17(2), 14-22.

Sunimbar, S., & Angin, I. S. (2022). Tinjauan Geografi Dalam Perilaku Adaptasi Masyarakat Terhadap Bencana Banjir Di Desa Motaain Kecamatan Malaka Barat Kabupaten Malaka. Jambura Geo Education Journal, 3(1), 36-42.

Susanti, P. D., & Miardini, A. (2019). Identifikasi karakteristik dan faktor pengaruh pada berbagai tipe longsor. Agritech, 39(2), 97-107.

Zhang, Y., Xie, X., Qiu, X., Jing, Z., Yu, Y., & Wang, Y. (2023). Study on Livelihood Resilience of Rural Residents under the Rural Revitalization Strategy in Ethnic Areas of Western Sichuan, China. Agriculture, 13(10), 1957. https://doi.org/10.3390/agriculture13101957.

Published

2026-04-25

How to Cite

Karakteristik Tanah Longsor dan Perilaku Adaptasi Masyarakat Terhadap Ketahanan Wilayah di Desa Waimatan Kecamatan Ile Ape Timur. (2026). Indonesian Journal of Environment and Disaster, 5(1), 179-193. https://doi.org/10.20961/ijed.v5i1.2959